Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Tangan Sering Kesemutan Saat Naik Motor, Jangan Abaikan!

Penyebab Tangan Sering Kesemutan Saat Naik Motor, Jangan Abaikan!
Ilustrasi setang motor (freepik/borisenkoket)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kesemutan saat naik motor sering muncul akibat tekanan fisik berlebih pada saraf dan pembuluh darah, bukan sekadar efek cuaca atau kelelahan biasa.
  • Posisi pergelangan tangan yang menekuk terlalu lama dapat menjepit saraf medianus di terowongan karpal dan memicu gejala Carpal Tunnel Syndrome.
  • Getaran mesin tinggi serta genggaman setang terlalu kuat menyebabkan trauma pembuluh darah dan ketegangan otot, sehingga aliran darah ke jari terganggu dan timbul kesemutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menikmati perjalanan dengan sepeda motor sering kali terganggu oleh munculnya rasa kaku, baal, hingga kesemutan hebat pada area telapak tangan dan jari-jari. Sensasi tidak nyaman ini biasanya muncul setelah berkendara selama beberapa puluh menit dan memaksa pengendara untuk berkali-kali mengibas-ngibaskan tangan guna mengembalikan aliran darah.

Banyak orang menganggap remeh kondisi ini dan menuduhnya sebagai akibat dari faktor cuaca dingin atau sekadar kelelahan otot biasa. Padahal, tangan yang sering kesemutan saat berkendara merupakan indikasi adanya tekanan fisik yang tidak wajar pada sistem saraf dan pembuluh darah yang membutuhkan perhatian serius.

Berikut adalah tiga faktor utama yang menjadi penyebab seringnya tangan mengalami kesemutan saat mengendarai sepeda motor.

1. Jepitan saraf akibat posisi pergelangan tangan yang terlalu menekuk

Ilustrasi setang motor (freepik)
Ilustrasi setang motor (freepik)

Penyebab paling umum dari munculnya kesemutan di atas motor adalah posisi berkendara yang tidak ergonomis, terutama pada bagian pergelangan tangan. Ketika menggenggam setang dan menarik tuas gas, posisi pergelangan tangan sering kali tertekuk terlalu dalam ke atas atau ke bawah dalam jangka waktu yang lama.

Tekanan statis pada posisi menekuk ini akan menyempitkan saluran sempit di pergelangan tangan yang disebut terowongan karpal. Akibatnya, saraf medianus yang berfungsi memberikan sensor perasa pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah akan tertekan atau terjepit. Kondisi inilah yang memicu gejala awal berupa kesemutan, yang jika dibiarkan terus-menerus tanpa koreksi posisi berkendara dapat berkembang menjadi gangguan medis kronis berupa Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

2. Trauma pembuluh darah akibat paparan getaran mesin frekuensi tinggi

Ilustrasi Setang Motor (pexels.com/Lucas Albino)
Ilustrasi Setang Motor (pexels.com/Lucas Albino)

Sepeda motor, terutama jenis motor matik atau motor bersilinder tunggal dengan kapasitas mesin besar, menghasilkan getaran mekanis yang cukup kuat pada area setang. Ketika tangan menggenggam grip setang dengan erat, getaran konstan tersebut akan merambat langsung ke jaringan lunak di telapak tangan.

Secara biologis, paparan getaran frekuensi tinggi ini memicu refleks penyempitan pada pembuluh darah kecil di ujung-ujung jari. Akibat terhambatnya aliran darah kaya oksigen menuju jaringan saraf perifer, ujung jari akan mulai kekurangan pasokan nutrisi secara instan. Proses ini memicu sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum atau kesemutan hebat, yang merupakan alarm alami dari tubuh bahwa jaringan saraf sedang mengalami trauma akibat getaran mekanis jalanan.

3. Genggaman tangan yang terlalu kuat pada setang kemudi

ilustrasi rem motor (freepik.com/arthur)
ilustrasi rem motor (freepik.com/arthur)

Faktor psikologis seperti rasa tegang, panik saat menembus kemacetan, atau kebiasaan buruk berkendara sering kali membuat seseorang menggenggam setang motor dengan kekuatan emosional yang berlebihan. Istilah berkendara ini sering disebut dengan death grip, di mana jari-jari mencengkeram karet setang seolah-olah takut terlepas.

Cengkeraman yang terlampau kuat ini memaksa otot-otot lengan bawah dan telapak tangan bekerja secara isometrik tanpa ada jeda relaksasi. Ketegangan otot yang ekstrem ini akan menjepit pembuluh darah di sekitarnya, sehingga menghentikan sirkulasi darah lokal secara mendadak. Kombinasi antara otot yang kelelahan dan pasokan darah yang terhenti inilah yang menjadi pemicu instan munculnya rasa kesemutan dan kram pada tangan, bahkan sebelum perjalanan mencapai jarak yang jauh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More