Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Royal Enfield Bear 650, Gabungkan Scrambler dengan Nuansa Klasik
Review Royal Enfield Bear 650 (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Royal Enfield Bear 650 mengusung ergonomi scrambler dengan setang tinggi-lebar dan posisi tegak, memberi kendali lebih baik di jalan bergelombang, meski kurang praktis saat bermanuver di ruang sempit.

  • Mesin parallel twin 648 cc menghasilkan 47,4 PS dan 56,5 Nm, dipadukan transmisi enam percepatan serta knalpot 2-1 yang diklaim meningkatkan torsi puncak sekitar 8 persen.

  • Roda 19/17 inci, suspensi travel panjang, dan ground clearance 184 mm mendukung jalan rusak ringan, tetapi bobot 214 kg tetap terasa saat parkir, putar balik, atau manuver pelan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
beberapa hari

IDN Times menjajal Royal Enfield Bear 650 untuk penggunaan harian dan touring ke luar kota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Royal Enfield Bear 650 diuji untuk penggunaan harian dan touring, menampilkan karakter scrambler klasik dengan perubahan pada ergonomi, roda, suspensi, sasis, dan knalpot 2-1.
  • Who?
    Royal Enfield memproduksi Bear 650, sementara penguji mencoba motor tersebut dalam penggunaan harian dan perjalanan ke luar kota.
  • Where?
    Pengujian dilakukan di jalan perkotaan serta dalam perjalanan touring ke luar kota; lokasi rinci perjalanannya per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Pengujian berlangsung selama beberapa hari. Waktu dan tanggal pelaksanaannya hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Bear 650 dirancang untuk tetap dinamis di jalan raya serta menghadapi jalan rusak dan jalur ringan, tanpa ditujukan sebagai pengganti motor trail atau enduro.
  • How?
    Motor memakai mesin parallel twin 648 cc, roda 19/17 inci, suspensi depan 130 mm dan belakang 115 mm. Bobot kerb 214 kg memerlukan perhatian saat manuver pelan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Royal Enfield Bear 650 adalah motor klasik yang bisa lewat jalan biasa dan jalan agak rusak. Motor ini punya setang tinggi, mesin kuat, dan roda besar. Motor terasa enak saat jalan, tapi beratnya 214 kilogram. Saat parkir atau belok di tempat sempit, pengendara harus hati-hati. Motor ini bukan motor trail.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Royal Enfield Bear 650 menghadirkan perpaduan menarik antara gaya klasik dan karakter scrambler yang fungsional. Ergonomi tegak, setang lebar, serta mesin 650 twin yang responsif mendukung kenyamanan berkendara harian maupun perjalanan luar kota. Kaki-kaki dan ground clearance-nya juga memberi rasa percaya diri saat menghadapi permukaan jalan yang tidak rata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Royal Enfield Bear 650 bukan sekadar versi lain dari Interceptor 650 dengan ban berukuran lebih besar. Royal Enfield mengubah cukup banyak bagian pada motor ini, mulai dari ergonomi, roda, suspensi, sasis, hingga sistem knalpot 2-1.

IDN Times berkesempatan menjajal Bear 650 untuk beberapa hari, pengetesan dilakukan mulai dari penggunaan harian hingga touring ke luar kota. Berikut spesifikasi serta review IDN Times mengenai Royal Enfield Bear 650.

1. Karakter scrambler terasa saat duduk di atas motor

Tampilan scramblernya sangat terasa (IDN Times/Fadhliansyah)

Perbedaan Bear 650 dengan Interceptor 650 paling mudah dirasakan dari posisi berkendaranya. Royal Enfield membuat segitiga berkendara yang lebih terbuka dengan setang tinggi dan lebar, serta jok bergaya scrambler yang memungkinkan pengendara lebih leluasa mengubah posisi tubuh.

Bagi IDN Times yang memiliki tinggi 181 cm, konfigurasi ini terasa pas. Posisi lutut tidak terlalu menekuk dan badan berada dalam posisi tegak. Pandangan ke depan juga terasa lebih terbuka, sesuatu yang cukup membantu ketika motor digunakan di jalan perkotaan.

Setang yang lebar kemudian memberikan kemampuan yang lebih baik ketika motor harus diarahkan. Karakter ini terasa semakin relevan saat melewati jalan dengan permukaan bergelombang karena pengendara bisa lebih aktif menggunakan tubuh dan setang untuk menjaga arah motor.

Di sisi lain, dimensi setang tersebut tetap memiliki konsekuensi. Saat harus bermanuver di ruang sempit atau menyelip di antara kendaraan, pengendara perlu lebih memperhitungkan lebarnya, belum lagi posisi spion bawaan motor yang terbilang cukup tinggi.

2. Mesin 650 twin jadi daya tarik utama

Mesin Bear 650 (IDN Times/Fadhliansyah)

Bear 650 menggunakan mesin parallel twin 648 cc dengan konfigurasi SOHC. Tenaganya mencapai 47,4 PS pada 7.150 rpm dan torsi maksimum 56,5 Nm pada 5.150 rpm, yang disalurkan melalui transmisi enam percepatan.

Karakter mesin tersebut sebenarnya sudah dikenal dari keluarga Royal Enfield 650 Twin. Namun, Bear 650 mendapatkan pembeda melalui sistem knalpot 2-1.

Royal Enfield menyebut konfigurasi tersebut memberikan peningkatan torsi puncak sekitar 8 persen dibandingkan model lain pada platform 650 Twin. Sistem ini juga membuat massa knalpot lebih terkonsentrasi ke bagian tengah motor.

Saat digunakan, mesin dua silinder tersebut memberikan karakter yang masih terasa berisi tanpa membuat motor kehilangan sisi praktisnya. Penggunaan transmisi enam percepatan juga membuat mesin bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan, baik ketika berkendara santai maupun saat ingin mendapatkan respons lebih cepat.

3. Roda berdiameter belang bukan tanpa alasan

Roda dan suspensi depan Bear 650 (IDN TImes/Fadhliansyah)

Bagian paling penting dalam mengubah karakter Bear 650 adalah sektor kaki-kaki. Motor ini menggunakan roda 19 inci di depan dan 17 inci di belakang yang dibalut ban Pirelli Scorpion Rally 100/90-19 di depan serta 140/80-17 di belakang.

Suspensi depan menggunakan upside-down 43 mm dengan travel 130 mm, sedangkan bagian belakang mengandalkan twin shock dengan travel 115 mm. Ground clearance-nya mencapai 184 mm, yang membuat motor ini cukup mumpuni melintasi berbagai medan jalan.

Dalam penggunaan, kombinasi tersebut membuat Bear 650 lebih percaya diri ketika permukaan jalan mulai tidak rata. Roda depan 19 inci membantu ketika melewati kontur jalan yang berubah, sedangkan posisi berkendara yang tegak membuat pengendara lebih mudah membaca kondisi di depan.

Tetapi harus diingat, Bear 650 bukan motor trail dan tidak dirancang untuk menggantikan motor enduro. Royal Enfield sendiri menggambarkannya sebagai motor yang tetap dinamis di jalan raya sekaligus mampu menghadapi jalan rusak dan jalur ringan.

Menurut IDN Times, Bear 650 bisa dibilang sebagai motor yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan. Motor masih punya karakter road bike ketika digunakan di aspal, tetapi tidak langsung kehilangan kemampuan ketika harus melewati jalan berbatu ringan atau permukaan yang rusak.

4. Bobotnya mencapai 214 kilogram

Panel instrumen Royal Enfield Bear 650 (IDN TImes/Fadhliansyah)

Di balik berbagai kelebihannya, Bear 650 juga punya satu karakter yang harus diperhitungkan, yaitu bobotnya.

Spesifikasi teknis mencatat bobot kerb 214 kg dengan kondisi 90 persen bahan bakar dan oli. Wheelbase-nya mencapai 1.460 mm dengan panjang 2.216 mm pada spesifikasi yang tercantum di laman teknis tersebut.

Bobot tersebut tidak terlalu mengganggu ketika motor sudah berjalan. Bahkan, dimensinya membuat Bear 650 terasa cukup solid dan stabil.

Namun saat parkir, mundur, melakukan putar balik, atau bermanuver di tempat sempit, 214 kg mulai terasa sebagai sesuatu yang harus diperhitungkan. Pengendara perlu lebih aktif menjaga keseimbangan dan momentum motor.

Untuk IDN Times yang memiliki tinggi 181 cm, posisi berkendara bukan masalah utama karena ergonominya memberikan ruang yang cukup. Tetapi bobot tetap terasa ketika motor harus dikendalikan tanpa bantuan momentum.

5. Suspensi siap melibas jalan rusak

Ilustrasi pengendara dengan tinggi 181 cm naik Bear 650 (IDN Times/Fadhliansyah)

Karakter suspensi Bear 650 juga memiliki dua sisi. Di satu sisi, travel 130 mm di depan dan 115 mm di belakang, ditambah roda 19/17 dan ground clearance 184 mm, memberikan kemampuan yang cukup untuk menghadapi jalan rusak.

Di sisi lain, karakter tersebut tidak otomatis membuat Bear 650 terasa seperti motor dengan suspensi superlembut.

Pada permukaan tertentu, respons suspensi masih terasa ketika melewati lubang atau perubahan kontur yang cukup tajam. Tetapi bantingan suspensinya masih terbilang nyaman, mengingat orientasi motor tetap mengarah ke penggunaan jalan raya dengan kemampuan light off-road.

Dengan kata lain, kaki-kaki Bear 650 adalah salah satu nilai jual yang menarik, tetapi bukan berarti seluruh permukaan jalan akan terasa mulus dari balik jok.

Curated For You

Editorial Team

Related Article