Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Setang Motor Berat Sebelah Setelah Hantam Lubang? Ini Penyebabnya!
ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)
  • Setang motor bisa terasa berat sebelah setelah menghantam lubang karena ketidakseimbangan oli pada tabung suspensi depan, bukan semata kerusakan komstir.
  • Pemeriksaan mandiri dapat dilakukan dengan menyeka as suspensi menggunakan kain kering untuk mendeteksi adanya rembesan oli sebagai tanda sil bocor.
  • Solusi perbaikan cukup mengganti sil karet dan menyeimbangkan volume oli di kedua tabung suspensi agar kemudi kembali stabil tanpa biaya besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada motor yang nabrak lubang besar di jalan, lalu setangnya jadi berat ke satu sisi. Banyak orang kira bagian komstirnya rusak, padahal kadang cuma oli di shock depan yang bocor dan tidak sama banyaknya. Kalau oli beda, motor jadi miring. Sekarang bisa dibetulkan dengan ganti sil karet dan isi oli baru biar seimbang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berkendara di jalanan yang rusak atau penuh lubang sering kali memberikan kejutan tidak menyenangkan bagi para pemilik sepeda motor. Salah satu masalah yang paling sering muncul setelah motor menghantam lubang dengan keras adalah perubahan pada karakter kemudi. Setang motor tiba-tiba terasa tidak stabil, berat sebelah, atau cenderung menarik kuat ke arah kanan atau kiri saat melaju di jalan datar.

Ketika gejala ini terjadi, sebagian besar pengendara langsung mengambil kesimpulan bahwa komponen komstir atau steering head telah mengalami kerusakan. Pemikiran ini wajar karena komstir merupakan poros utama yang mengatur kelancaran pergerakan stang kemudi. Namun, mendiagnosis kerusakan komstir secara terburu-buru bisa berdampak pada pengeluaran biaya perbaikan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

1. Ketidakseimbangan volume oli pada kedua tabung suspensi depan

ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)

Sering kali komponen komstir sebenarnya masih berada dalam kondisi yang aman dan tidak mengalami pergeseran sama sekali setelah benturan. Biang kerok utama dari stang yang membuang ke satu sisi biasanya terletak pada sistem suspensi atau shockbreaker depan. Hantaman keras saat melewati lubang dalam kecepatan tinggi dapat merusak sil karet di dalam tabung suspensi tersebut.

Kerusakan pada sil karet ini memicu terjadinya kebocoran, sehingga oli di dalam salah satu tabung shockbreaker berkurang secara perlahan. Ketika volume oli antara tabung kiri dan kanan sudah tidak seimbang, maka daya redam serta daya pantul suspensi juga menjadi pincang. Hal inilah yang menciptakan sensasi stang terasa berat sebelah karena salah satu sisi suspensi bekerja lebih keras menahan beban.

2. Cara mendeteksi rembesan oli pada dinding as suspensi secara mandiri

ilustrasi ban motor (freepik.com/arthur)

Sebelum memutuskan untuk pergi ke bengkel dan mengganti komponen komstir yang mahal, pemeriksaan mandiri yang sederhana bisa dilakukan di rumah. Ambil selembar tisu atau kain lap bersih yang kering untuk memeriksa bagian kaki-kaki depan motor. Fokuskan perhatian pada bagian as besi yang keluar masuk dari dalam tabung shockbreaker bagian bawah.

Seka seluruh permukaan as besi tersebut dari atas hingga ke bawah, lalu perhatikan apakah ada cairan minyak atau oli yang menempel. Jika kain lap menjadi basah oleh oli dan area di sekitar karet penutup debu terlihat kotor berlumpur, maka dipastikan sil suspensi telah bocor. Gejala rembesan ini merupakan bukti kuat bahwa oli suspensi yang berkurang menjadi alasan mengapa kemudi motor menjadi tidak stabil.

3. Langkah perbaikan yang tepat dan ramah di kantong

ilustrasi ban motor (unsplash.com/johnlee)

Jika masalahnya terbukti berasal dari kebocoran oli suspensi, proses perbaikannya jauh lebih mudah dan ekonomis dibandingkan mengganti komstir. Pengendara cukup membawa motor ke bengkel untuk melakukan penggantian komponen sil karet yang rusak dengan yang baru. Proses ini biasanya dibarengi dengan pengurasan dan pengisian ulang oli suspensi pada kedua tabung secara bersamaan.

Pengisian oli baru ini harus ditakar menggunakan gelas ukur agar volume antara tabung kiri dan kanan benar-benar presisi sesuai standar pabrikan. Setelah volume oli kembali seimbang, kinerja redaman suspensi depan akan kembali harmonis dalam meredam getaran jalanan. Setang motor pun akan kembali stabil dan lurus tanpa ada lagi gejala menarik ke satu sisi saat berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article