Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Suara Mesin Motor Bermasalah dan Solusinya agar Tidak Boncos
ilustrasi motor bermasalah (magnific.com/pressfoto)
  • Artikel membahas lima jenis suara aneh pada motor yang menandakan masalah berbeda, mulai dari kepala silinder, rem, oli mesin, knalpot, hingga kopling.
  • Setiap suara memiliki penyebab spesifik seperti celah klep longgar, kampas rem aus, oli encer, campuran bahan bakar kurus, dan rumah kopling renggang.
  • Solusi utama meliputi penyetelan ulang komponen sesuai standar pabrikan serta penggantian suku cadang tepat waktu agar mencegah kerusakan besar dan biaya perbaikan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu mendengar suara aneh dari motor kesayangan? Suara tersebut bisa jadi pertanda awal kerusakan mesin yang serius. Mengabaikannya sama saja dengan menyiapkan dana besar untuk bengkel di kemudian hari.

Banyak pengendara baru panik begitu mendengar suara berisik dari karburator atau knalpot. Padahal, dengan mengenali jenis suara dan penyebabnya, kamu bisa mencegah biaya perbaikan yang boncos. Artikel ini akan mengupas tuntas lima suara mesin motor bermasalah dan solusi tepatnya.

1. Suara “tek tek tek” dari kepala silinder menunjukkan celah klep yang terlalu longgar

ilustrasi motor bermasalah (magnific.com/freepik)

Suara ini biasanya muncul saat mesin dalam kondisi dingin atau setelah motor dipacu kencang. Celah klep yang longgar menyebabkan komponen katup saling berbenturan secara tidak sempurna. Jika dibiarkan, suara ini akan merambat menjadi kerusakan pada noken as dan rocker arm.

Solusi utama adalah menyetel ulang celah klep sesuai standar pabrikan motor. Kamu bisa meminta bantuan mekanik terpercaya yang memiliki feeler gauge untuk mengukur celah tersebut. Biaya setel klep tergolong murah, hanya sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, jauh lebih hemat dibanding ganti kepala silinder.

2. Suara “ngerik-ngerik” pada sistem pengereman mengindikasikan kampas rem yang sudah aus

ilustrasi motor bermasalah (magnific.com/ArthurHidden)

Suara melengking ini sering terdengar ketika kamu menarik tuas rem depan atau belakang. Kampas rem yang sudah habis menyebabkan logam pada dudukan kampas bergesekan langsung dengan cakram. Gesekan logam ini tidak hanya berisik tetapi juga menggores piringan cakram secara permanen.

Kamu harus segera mengganti kampas rem dengan produk original atau berkualitas setara. Jangan pernah menunda penggantian, karena biaya penggantian cakram bisa mencapai tiga kali lipat harga kampas baru. Periksa juga minyak rem, karena kebocoran bisa memicu suara serupa akibat pelumasan yang kurang.

3. Suara “dengung berat” dari blok mesin menandakan oli mesin yang sudah encer

ilustrasi motor bermasalah (magnific.com/ArthurHidden)

Suara ini biasanya makin keras saat motor digas atau dipakai perjalanan jauh. Oli yang kehilangan kekentalannya gagal membentuk lapisan pelindung optimal antar komponen logam. Akibatnya, piston dan silinder berbenturan langsung menciptakan suara dengung rendah namun menggetarkan.

Solusi paling cerdas adalah mengganti oli mesin tepat waktu sesuai jadwal rekomendasi. Gunakan oli dengan kekentalan yang sesuai spesifikasi motor kamu, misal 10W-40 untuk motor modern. Jangan tergiur oli murah karena efek jangka panjangnya bisa membuat kamu membeli silinder seharga jutaan rupiah.

4. Suara “letupan kecil” dari knalpot menunjukkan campuran bahan bakar yang terlalu kurus

ilustrasi motor bermasalah (magnific.com/ArthurHidden)

Suara seperti petasan kecil ini sering muncul saat motor mengalami deselerasi atau putaran mesin turun. Campuran udara dan bensin yang terlalu sedikit menyebabkan pembakaran tidak sempurna di ruang bakar. Sisa bahan bakar yang belum terbakar akhirnya meledak di knalpot karena suhu panas.

Kamu bisa membersihkan saringan udara dan menyetel ulang skrup udara pada karburator atau throttle body. Periksa juga apakah selang vakum ada yang bocor karena kebocoran udara membuat campuran semakin minim. Jika tidak yakin, bawa ke bengkel injeksi untuk di-scan karena biaya setting ulang hanya sekitar Rp75.000.

5. Suara “gemerincing logam” dari kopling menandakan rumah kopling yang sudah renggang

ilustrasi motor bermasalah (magnific.com/ArthurHidden)

Suara gemerincing ini paling jelas terdengar saat mesin dalam keadaan stasioner atau netral. Komponen rumah kopling yang longgar akan bergetar dan saling berbenturan dengan gigi primer. Getaran ini juga biasanya terasa di pijakan kaki kiri saat motor menyala.

Kamu perlu memeriksa dan mengencangkan baut-baut penahan rumah kopling di dalam blok mesin. Jika suara masih muncul setelah baut dikencangkan, kemungkinan kampas kopling atau roller sudah aus. Ganti set kopling lengkap memang agak mahal, tetapi masih lebih rasional daripada membiarkan poros engkol bengkok akibat getaran berlebihan.

Jadi jangan pernah anggap remeh suara-suara aneh dari motor kalian, ya. Daripada panik dan langsung boncos ke bengkel, mending kenali dulu jenis suaranya biar solusinya tepat dan dompet tetap aman. Semoga lima tips di atas bikin perjalanan kalian makin adem dan motor awet sampai pensiun!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article