Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teknologi Hybrid di Skutik, Beneran Bikin Lebih Irit BBM?
ilustrasi riding motor Yamaha Filano (dok. Yamaha)
  • Yamaha menghadirkan teknologi hybrid di skutik seperti Fazzio dan Grand Filano dengan sistem mild hybrid yang menggunakan Smart Motor Generator untuk memberi tenaga tambahan saat dibutuhkan.
  • Sistem hybrid Yamaha fokus membantu akselerasi awal, momen paling boros bahan bakar, dengan Electric Power Assist yang membuat tarikan lebih halus dan efisien tanpa ubahan besar pada mesin.
  • Efisiensi BBM motor hybrid Yamaha mencapai sekitar 70 km/liter berkat kombinasi sistem hybrid, mesin Blue Core, dan fitur Start & Stop System yang bekerja otomatis tanpa perlu pengisian daya manual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah tren efisiensi bahan bakar dan kenaikan harga BBM, pabrikan sepeda motor mulai mencari cara untuk membuat kendaraan lebih hemat tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara. Salah satu pendekatan yang kini mulai banyak digunakan adalah teknologi hybrid, yang sebelumnya lebih identik dengan mobil.

Yamaha menjadi salah satu yang cukup agresif membawa teknologi ini ke segmen skutik entry-level lewat Yamaha Fazzio Hybrid dan Yamaha Grand Filano Hybrid. Meski sama-sama menyandang nama hybrid, sistem yang digunakan ternyata berbeda jauh dengan hybrid pada mobil, baik dari cara kerja maupun kompleksitasnya.

1. Hybrid di motor Yamaha, sistem assist yang sederhana tapi efektif

Bikers komunitas touring ringan naik Yamaha Fazzio (Dok. PT YIMM)

Berbeda dengan mobil hybrid yang bisa berjalan dengan tenaga listrik saja, sistem pada motor Yamaha lebih dikenal sebagai mild hybrid atau assist hybrid. Artinya, motor tetap mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama.

Peran listrik di sini berasal dari komponen bernama Smart Motor Generator (SMG), yang berfungsi memberikan tambahan tenaga dalam kondisi tertentu. Sistem ini tidak bekerja terus-menerus, melainkan hanya aktif saat dibutuhkan, sehingga tidak membebani keseluruhan sistem motor.

Pendekatan ini membuat teknologi hybrid Yamaha tetap ringan, tidak memerlukan baterai besar, dan tidak mengubah karakter dasar motor. Jadi secara penggunaan, tetap terasa seperti motor konvensional, hanya saja dengan bantuan tenaga tambahan di momen tertentu.

2. Fokus di momen paling boros, yaitu akselerasi awal

Ilustrasi Yamaha Fazzio (Dok. PT YIMM)

Salah satu insight penting dalam pengembangan teknologi ini adalah memahami kapan mesin paling boros bahan bakar. Jawabannya ada di momen awal saat motor mulai bergerak dari posisi diam.

Pada fase ini, mesin membutuhkan tenaga besar untuk menggerakkan motor, apalagi dalam kondisi macet atau membawa beban. Di sinilah sistem hybrid Yamaha bekerja dengan memberikan Electric Power Assist selama beberapa detik pertama.

Efeknya terasa cukup signifikan. Tarikan awal jadi lebih halus dan responsif, sementara beban kerja mesin bensin berkurang. Dengan begitu, konsumsi bahan bakar bisa ditekan tanpa perlu perubahan besar pada mesin utama.

3. Dampaknya ke konsumsi BBM dalam penggunaan harian

Yamaha Grand Filano Hybrid New Color (dok. Yamaha Indonesia)

Secara angka, efisiensi motor hybrid Yamaha memang bukan sekadar klaim. Dalam pengujian internal, konsumsi BBM-nya bisa menyentuh kisaran hampir 70 km/liter dalam kondisi ideal.

Efisiensi ini bukan hanya hasil dari sistem hybrid semata, tetapi kombinasi dari beberapa teknologi seperti mesin Blue Core yang sudah terkenal irit, serta fitur Start & Stop System yang mematikan mesin saat berhenti.

Yang menarik, seluruh sistem ini bekerja secara otomatis tanpa perlu intervensi pengguna. Tidak ada kebutuhan charging seperti pada motor listrik, karena baterai diisi ulang saat motor berjalan. Ini membuat motor hybrid menjadi solusi praktis untuk penggunaan harian, terutama di kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.

Editorial Team