ilustrasi ekspor dan impor (pexels.com/freestocks.org)
Produk Unggulan Ekspor Indonesia ke Venezuela didominasi oleh barang manufaktur dan hasil industri pengolahan dengan nilai tambah cukup tinggi. Berdasarkan data Kemendag sepanjang Januari–November 2025, sejumlah komoditas Indonesia masih menjadi andalan di pasar Venezuela meski kondisi ekonomi dan politik negara tersebut tengah bergejolak.
Keberagaman produk ini menunjukkan daya saing Indonesia yang tidak hanya bergantung pada satu sektor. Berikut 10 produk unggulan ekspor Indonesia ke Venezuela berdasarkan nilai ekspor:
Kendaraan bermotor bensin berkapasitas 1.000–1.500 cc dengan nilai ekspor sekitar 52,3 juta dolar AS atau sekitar Rp877,3 miliar
Sabun dan produk aktif permukaan organik untuk mandi, termasuk produk medis, senilai 8,06 juta dolar AS atau sekitar Rp135,1 miliar
Benang dari serat stapel poliester campuran kapas dengan nilai 3,7 juta dolar AS atau sekitar Rp62 miliar
Sabun dan produk pembersih nonmandi senilai sekitar 3,1 juta dolar AS atau sekitar Rp52 miliar
Tisu dan produk sanitasi berbahan serat selulosa dengan nilai ekspor 1,9 juta dolar AS atau sekitar Rp31,9 miliar
Kaos, singlet, dan rompi rajut dari katun senilai sekitar 777 ribu dolar AS atau sekitar Rp13 miliar
Kertas tahan minyak (greaseproof paper) dengan nilai 417 ribu dolar AS atau sekitar Rp7 miliar
Insektisida siap pakai senilai 387 ribu dolar AS atau sekitar Rp6,5 miliar
Bagian dan komponen baterai listrik (aki) dengan nilai 367 ribu dolar AS atau sekitar Rp6,1 miliar
Produk campuran lemak dan minyak yang dapat dimakan senilai sekitar 361 ribu dolar AS atau sekitar Rp6 miliar
Melihat komposisi tersebut, sektor otomotif masih menjadi tulang punggung utama ekspor Indonesia ke Venezuela. Namun, kontribusi produk tekstil, kertas, dan barang konsumsi juga memperlihatkan potensi diversifikasi pasar. Hal ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga kesinambungan perdagangan di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, kinerja produk unggulan ekspor Indonesia ke Venezuela akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi dan politik negara tersebut. Meski berpotensi menghadapi tekanan permintaan, posisi Indonesia masih relatif kuat berkat dominasi produk bernilai tambah dan surplus perdagangan yang besar. Dengan strategi diversifikasi pasar dan penguatan industri pengolahan, ekspor Indonesia ke Venezuela tetap memiliki peluang untuk bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.