Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
12 Raksasa Global Lirik RI, tapi Soroti Kondisi Pasar Modal
Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). (Instagram/@skretariat.kabinet).
  • Dua belas perusahaan investasi global dengan total aset 16 triliun dolar AS bertemu Presiden Prabowo di Washington DC untuk membahas peluang investasi di Indonesia.
  • Para investor menyoroti pentingnya reformasi pasar modal, kepastian hukum, dan konsistensi kebijakan sebagai faktor utama peningkatan kepercayaan terhadap iklim investasi nasional.
  • Investor berencana membuka kantor perwakilan di Indonesia dan menjajaki kemitraan strategis dengan Danantara di sektor infrastruktur, energi transisi, serta teknologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 12 perusahaan investasi raksasa dunia menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia usai bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Washington DC.

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan, para pengusaha tersebut jika dijumlahkan mengelola aset mencapai 16 triliun dolar AS.

"Bapak Presiden bertemu langsung dengan 12 perusahaan investasi terbesar di dunia. Ada 12 dengan total kurang kurang lebih kalau aset under management itu dikumpulkan itu 16 triliun dolar AS," kata Rosan dikutip dari saluran YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Minggu (22/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memaparkan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan stabilitas ekonomi, kepastian hukum, serta memperkuat iklim investasi nasional di masa depan.

1. Investor tekankan reformasi pasar modal dan kepastian hukum

gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)/Indonesia Stock Exchange (IDX) (idx.co.id)

Rosan memaparkan, diskusi dengan 12 pengusaha global dilanjutkan dengan diskusi secara personal, dipimpin oleh dipimpin oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir, melakukan pembicaraan intensif untuk menyerap masukan para investor. Poin-poin krusial yang mereka soroti meliputi konsistensi kebijakan, penegakan hukum (rule of law), serta pengembangan pasar modal.

"Memang banyak sekali juga tambahan, dan ini sekarang sedang kita tadi bicarakan, reformasi yang dilakukan di pasar modal bahwa pasar modal sangat penting untuk bisa meningkatkan confidence. Jadi tadi banyak bahasa-bahasa seperti confidence building," kata Pandu.

2. Para investor berencana buka kantor perwakilan di Indonesia

ilustrasi perkantoran (unsplash.com/All Bong)

Pandu mengungkapkan besarnya minat para investor dunia tersebut untuk berkolaborasi, baik di proyek dalam negeri maupun luar negeri. Para investor berencana membuka kantor perwakilan langsung di Indonesia untuk mengawal investasi mereka.

"Yang ditambahkan juga adalah bagaimana bisa membuat partnership langsung, di mana mereka bisa membuka buka kantor langsung di Indonesia untuk investasi yang mereka lakukan. Karena bahasa mereka, boots on the ground itu sangat penting," tuturnya.

Hal itu menunjukkan antusiasme tinggi, di mana para petinggi perusahaan tersebut rela terbang jauh dari Los Angeles, New York, hingga London hanya untuk berdiskusi langsung dengan Prabowo selama dua jam.

3. Danantara jadi calon mitra strategis bagi para investor

Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). (Instagram/@skretariat.kabinet).

Para investor juga sangat mengapresiasi Prabowo atas inisiasi pembentukan Danantara. Danantara berpotensi menjadi mitra utama mereka. Sebab, mereka sudah terbiasa bekerja sama dengan sovereign wealth fund negara lain di dunia.

"Semuanya itu memang kita belum announce. Tapi memang ini semua sudah merupakan partnership yang nantinya pada saat waktunya akan kita announce semuanya," kata Pandu.

Meski detailnya belum diumumkan, Pandu menegaskan arah kemitraan sudah mulai terbentuk di sektor infrastruktur, energi transisi, hingga teknologi. Bahkan, OpenAI juga melirik peluang penggunaan kecerdasan buatan di badan usaha milik negara (BUMN) RI.

"Salah satunya adalah salah satu investor terbesar di OpenAI dan mereka bilang bagaimana bisa penggunaan OpenAI juga kepada sektor SOE kita untuk meningkatkan efisiensi," tuturnya.

Editorial Team