Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
442 Koperasi Merah Putih Sudah Resmi Jadi Penyalur LPG Subsidi
Ilustrasi gas LPG 3 kg. (IDN Times/istimewa).

Intinya sih...

  • 442 KDMP sudah jadi outlet LPG dan minyak tanah

  • Koordinasi verifikasi dengan kementerian terkait

  • Alur registrasi hingga terhubung ke sistem

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 5.689 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah terdaftar dalam sistem Simkopdes hingga 1 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, 2.592 KDMP telah terverifikasi sebagai calon outlet liquefied petroleum gas (LPG) dalam sistem DigiKop.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menjelaskan, data tersebut merupakan KDMP yang telah masuk ke dalam sistem untuk diproses sebagai mitra penyalur LPG 3 kilogram (kg) alias LPG bersubsidi.

"Dari total pendaftar saat ini, ada 2.592 outlet LPG yang sudah terverifikasi ke dalam sistem Digikop. Jadi yang kami sampaikan ini adalah KDMP yang sudah terdaftar ke dalam sistem untuk menjadi outlet LPG," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, dikutip Kamis (12/2/2026).

1. Sebanyak 442 KDMP sudah jadi outlet LPG dan minyak tanah

Pertamina menambah lebih dari 800 ribu tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan ke seluruh wilayah Jawa Timur. IDN Times/Istimewa.

Mars Ega menyebutkan, dari 2.592 KDMP yang teregistrasi, sebanyak 442 koperasi telah ditetapkan sebagai outlet energi. Dari jumlah itu, 429 KDMP berfungsi sebagai outlet LPG, sementara 13 lainnya menjadi outlet pangkalan minyak tanah.

"Ini terdapat 442 KDMP dengan 429 KDMP menjadi outlet LPG, dan 13 KDMP menjadi outlet pangkalan minyak tanah karena lokasinya memang belum konversi minyak tanah," ujar dia.

2. Koordinasi verifikasi dengan kementerian terkait

Kantor Pusat Pertamina di Gambir, Jakarta Pusat. (dok. Pertamina)

Mars Ega menuturkan, perusahaan minyak dan gas bumi (migas) milik negara itu terus berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan kementerian terkait untuk memverifikasi koperasi yang mengajukan diri sebagai outlet LPG.

"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian lainnya untuk memverifikasi para pemohon KDMP yang mengajukan sebagai outlet LPG ini," paparnya.

Mars Ega menambahkan, setiap transaksi di KDMP tetap akan dicatat menggunakan sistem Merchant Apps Pertamina (MAP) yang mewajibkan pencatatan data KTP konsumen, sesuai ketentuan penyaluran LPG subsidi.

3. Alur registrasi hingga terhubung ke sistem

Koperasi Desa Merah Putih Metuk, Mojosongo, Boyolali. (IDN Times/Bandot Arywono)

Mars Ega menjelaskan, calon KDMP harus mendaftar melalui situs Simkopdes. Data pendaftaran tersebut kemudian diverifikasi oleh tim Pertamina di tingkat regional dan diselaraskan dengan agen LPG yang sudah ada di lokasi tersebut.

Setelah itu, pengesahan kemitraan dilakukan melalui sistem Dealership Data Management System (DDMS) milik Pertamina yang terhubung otomatis dengan Merchant Apps Pertamina.

"Sistem website ini juga akan terkoneksi dengan sistem monitoring LPG secara online. Kenapa ini perlu kita sampaikan dan kita instalasi? Karena sistem ini juga akan menjadi bagian dari verifikasi penyaluran LPG subsidi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM," kata Mars Ega.

Editorial Team