Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Harga Saham Turun Meski Laba Perusahaan Lampaui Ekspektasi
ilustrasi saham (pexels.com/Rafael Minguet Delgado)
  • Harga saham dapat melemah meski laba perusahaan melampaui estimasi analis.

  • Aksi jual institusi, laporan negatif, dan whisper number bisa menekan harga saham.

  • Investor juga perlu mencermati fundamental serta panduan kinerja perusahaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga saham turun meskipun perusahaan mencatatkan laba di atas perkiraan analis.
  • Who?
    Perusahaan terbuka, investor institusi, investor ritel, analis perusahaan sekuritas, dan manajemen perusahaan.
  • Where?
    Pasar saham dan situs web perusahaan untuk rekaman panggilan konferensi.
  • When?
    Setelah perusahaan mengumumkan laporan laba, sebelum atau setelah pengumuman laba, serta setelah panggilan konferensi.
  • Why?
    Aksi jual institusi, laporan analis negatif, laba di bawah whisper number, fundamental memburuk, atau panduan kinerja yang tidak sesuai ekspektasi investor.
  • How?
    Saham dilepas ke pasar, sentimen laporan riset memicu tekanan jual, atau investor menilai hasil dan panduan perusahaan tidak memenuhi harapan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harga saham bisa turun walau perusahaan mendapat laba lebih besar dari perkiraan. Investor institusi bisa menjual saham. Analis juga bisa membuat laporan negatif. Laba mungkin belum sesuai whisper number. Masalah keuangan atau panduan perusahaan yang tidak sesuai harapan juga bisa membuat harga turun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Informasi mengenai lima faktor ini membantu investor melihat kinerja perusahaan secara lebih menyeluruh. Penilaian tidak hanya berfokus pada pencapaian laba, tetapi juga volume transaksi, laporan riset, kondisi fundamental, dan panduan manajemen. Dengan begitu, perubahan harga saham dapat dikaji berdasarkan lebih banyak aspek yang tercantum dalam laporan dan pemberitaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketika sebuah perusahaan mencatatkan laba di atas perkiraan analis untuk kuartal tertentu, harga sahamnya biasanya diharapkan ikut naik. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Ada kalanya harga saham justru melemah setelah perusahaan mengumumkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan.

Dilansir Investopedia, penurunan tersebut bisa dipicu oleh sejumlah faktor yang tidak langsung terlihat dari laporan laba. Setidaknya, ada lima hal yang dapat menjelaskan mengapa harga saham turun meskipun perusahaan berhasil melampaui estimasi laba.

1. Investor institusi melepas saham

Ilustrasi jual saham (magnific.com)

Sebagian pemegang saham institusi menetapkan target harga atau kondisi tertentu untuk menjual saham mereka. Ketika target tersebut tercapai, banyaknya saham yang dilepas ke pasar dapat menekan harga.

Investor ritel dapat mencermati volume transaksi melalui catatan perdagangan (time and sales). Investor individu biasanya bertransaksi dalam jumlah ratusan hingga beberapa ribu saham, sedangkan lembaga seperti reksa dana dapat menjual puluhan ribu saham sekaligus atau melalui serangkaian transaksi berukuran 3.000 hingga 4.000 saham.

Pola transaksi tersebut dapat membantu investor menilai apakah aksi jual institusi turut menekan harga. Jika tekanan jual mereda dan fundamental perusahaan tetap kuat, harga saham berpeluang pulih dalam waktu relatif singkat.

2. Analis menerbitkan laporan negatif

ilustrasi investasi, saham, dividen, passive income, penghasilan pasif (vecteezy.com/Asih Wahyuni)

Laporan riset bernada negatif dari analis perusahaan sekuritas, baik sebelum maupun setelah pengumuman laba, dapat memicu tekanan jual. Meski penilaiannya tidak terlalu negatif, laporan tersebut bisa memengaruhi keputusan klien, terutama investor jangka pendek.

Investor ritel dapat mengikuti pemberitaan media mengenai laporan riset perusahaan sekuritas. Jika penurunan harga dipicu oleh sentimen tersebut dan tidak ada perubahan fundamental, meredanya tekanan jual dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang.

3. Laba tidak memenuhi whisper number

ilustrasi laporan keuangan, finance report, financial report, investasi, saham, dividen, passive income, penghasilan pasif, analisis (vecteezy.com/Tatyana Makarova)

Perusahaan bisa melampaui estimasi resmi analis, tetapi tetap mengalami penurunan harga saham karena labanya tidak mencapai whisper number.

Istilah tersebut merujuk pada perkiraan laba tidak resmi yang beredar di kalangan pelaku pasar. Jika hasil perusahaan berada di bawah ekspektasi ini, investor dapat menganggap kinerjanya belum cukup baik sehingga aksi jual terjadi.

Meski sulit diantisipasi karena tidak bersifat resmi, whisper number dapat menjelaskan mengapa saham turun meskipun laba melampaui perkiraan analis.

4. Fundamental perusahaan memburuk

ilustrasi seseorang yang memegang dokumen keuangan (pexels.com/Proyek Saham RDNE)

Penurunan harga saham juga bisa disebabkan oleh masalah keuangan. Misalnya, margin kotor turun tajam, saldo kas menyusut, atau biaya penjualan, umum, dan administrasi (SG&A) meningkat karena peluncuran produk baru.

Karena itu, investor perlu menilai bukan hanya apakah laba melampaui estimasi, tetapi juga bagaimana pencapaian tersebut diperoleh. Perhatikan perubahan margin kotor dan margin operasional dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Perubahan saldo kas, serta pendapatan atau beban tidak rutin yang memengaruhi laba bersih, juga perlu diperiksa. Investor dapat melengkapi penilaian dengan membaca ulasan analis dan pemberitaan setelah laporan keuangan dirilis untuk menemukan potensi masalah yang terlewat.

5. Panduan kinerja tidak sesuai ekspektasi

ilustrasi sebuah tim bisnis yang beragam sedang mengadakan rapat menganalisis data pasar saham di layar (pexels.com/Gustavo Fring)

Setelah merilis laporan laba, sebagian besar perusahaan terbuka mengadakan panggilan konferensi (conference call) untuk menyampaikan informasi bisnis dan proyeksi kinerja ke depan atau guidance. Jika panduan manajemen tidak sesuai dengan ekspektasi investor, harga saham dapat turun meskipun laba terbaru melampaui perkiraan analis.

Oleh sebab itu, investor sebaiknya mengikuti panggilan tersebut atau mendengarkan rekaman ulang yang biasanya tersedia di situs web perusahaan sekitar satu hingga dua jam setelah acara selesai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article