Modal merupakan salah satu penggerak utama yang menjaga aktivitas usaha tetap berjalan dan berkembang dari waktu ke waktu. Namun, besarnya modal yang tersedia gak selalu mencerminkan kondisi bisnis yang sehat apabila dana tersebut terlalu lama tertahan tanpa menghasilkan pemasukan yang sepadan. Situasi ini sering luput dari perhatian karena pemilik usaha lebih fokus mengejar penjualan daripada memperhatikan seberapa efektif modal bekerja dalam kegiatan operasional.
Perputaran modal yang kurang optimal dapat muncul melalui berbagai tanda sederhana, mulai dari stok yang menumpuk sampai arus kas yang terus terasa sempit meskipun penjualan tetap berlangsung. Jika kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, kemampuan usaha untuk memenuhi kebutuhan operasional hingga menangkap peluang pertumbuhan baru dapat ikut terbatas. Supaya modal yang sudah dikeluarkan dapat bekerja lebih produktif, yuk kenali beberapa tandanya berikut ini.
