809 Saham Merah usai MSCI Pertimbangkan Market RI Turun ke Standalone

- MSCI Inc mempertimbangkan penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, memicu sentimen negatif pada perdagangan Jumat pagi.
- IHSG turun 8,01 persen ke 5.393,92 saat pra-perdagangan pukul 08.59 WIB, sehingga perdagangan dihentikan sementara selama 30 menit.
- Pada penutupan sesi I, IHSG melemah 10,76 persen ke 5.233; 809 saham turun, 15 menguat, dan 19 saham mencatat pelemahan hingga 15 persen.
Jakarta, IDN Times - Sentimen negatif mengerubungi pasar modal Indonesia pagi ini, Jumat (16/10/2026) usai MSCI Inc mempertimbangkan status pasar modal Indonesia turun ke Standalone Market dari Emerging Market.
Evaluasi baru MSCI Inc yang terbit lebih awal dari yang seharusnya itu menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak pagi. IHSG langsung merosot 8,01 persen ke level 5.393,92 pada pra-perdagangan pukul 08.59 WIB, yang menyebabkan perdagangan harus dihentikan sementara (trading halt) selama 30 menit.
Meski trading halt sudah dibuka pada 09.31 WIB, pelemahan masih terus berlanjut, sampai penutupan perdagangan sesi I ini. Bahkan IHSG sempat terjuan bebas lebih dari 11 persen.
IHSG melemah 630,78 poin atau 10,76 persen ke level 5.233. Lalu, hanya ada 15 saham yang masih bergerak di zona hijau, dan 139 saham stagnan. Sementara, ada 809 saham yang mencatatkan pelemahan hingga siang ini.
Berdasarkan data IDX Mobile, tercatat ada 19 saham dengan pelemahan terdalam, yakni hingga 15 persen. Saham-saham tersebut, antara lain MERI, ALII, APIC, ASBI, VKTR, BBKP, MSIN, BFIN, BHIT, BOLA, KBAG, SUPA, BSBK, NTBK, SQMI, INET, EMMI, ESIP, dan FUJI.


















