Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ada Potensi Godzilla El Nino Menyeruak, Apa Artinya?
Ilustrasi kemarau kekeringan (pixabay.com/ThorstenF)
  • Pemerintah bersiap menghadapi potensi fenomena Godzilla El Nino yang diprediksi memperpanjang musim kemarau mulai April 2026 dengan memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah.
  • Stok CPP meningkat signifikan, termasuk beras 4,08 juta ton dan komoditas lain seperti jagung, minyak goreng, gula, daging sapi, ayam, serta telur untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
  • Cadangan pangan disalurkan melalui bantuan dan operasi pasar di 24 provinsi guna menekan dampak cuaca ekstrem serta memperkuat ketahanan pangan berbasis produksi dalam negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menyusul prediksi munculnya fenomena Godzilla El Nino yang berpotensi memperpanjang musim kemarau di Indonesia.

Fenomena ini diperkirakan terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif mulai April 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penguatan stok pangan agar intervensi dapat dilakukan lebih cepat saat terjadi anomali cuaca.

“Adanya prediksi Godzilla El Nino telah menjadi perhatian pemerintah. Kami memastikan ketahanan stok CPP terus diperkuat agar nanti saat diperlukan, bisa segera disalurkan untuk membantu masyarakat,” ujar I Gusti Ketut Astawa dikutip Jumat, (27/3/2026).

1. Godzilla El Nino berarti kemarau lebih panjang dan kering

ilustrasi kekeringan (unsplash.com/Bogomil Mihaylov)

Istilah Godzilla El Nino digunakan untuk menggambarkan variasi El Nino yang sangat kuat. Fenomena ini diprediksi diperkuat IOD positif sehingga berpotensi membuat musim kemarau lebih panjang dan kondisi lebih kering.

Secara sederhana, El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menghangat dan mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia. Jika intensitasnya sangat kuat, dampaknya bisa berupa:

  • Curah hujan turun drastis

  • Risiko kekeringan meningkat

  • Produksi pangan berpotensi terganggu

Namun, dampaknya tidak seragam di seluruh wilayah. Sebagian selatan Indonesia berpotensi mengalami kekeringan, sementara wilayah timur laut seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku justru bisa menghadapi peningkatan risiko banjir.

2. Pemerintah perkuat stok cadangan pangan

Potret petani saat panen jagung (IDN Times/Juliadin)

Pemerintah memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah tetap memadai sebagai bantalan menghadapi risiko cuaca ekstrem. Per 25 Maret 2026, stok beras sebagai CPP terbesar mencapai 4,08 juta ton, naik 77,8 persen dibandingkan akhir Maret tahun lalu sebesar 2,29 juta ton.

Sebagian besar pasokan berasal dari produksi dalam negeri. Penyerapan setara beras sejak awal 2026 mencapai 1,24 juta ton.

Selain beras, stok CPP lainnya juga diperkuat:

  • Jagung sekitar 144 ribu ton, dengan penyerapan domestik 101,96 ribu ton

  • Minyak goreng 95 ribu kiloliter

  • Gula konsumsi 50 ribu ton

  • Daging sapi/kerbau 11 ribu ton

  • Daging ayam 39 ton

  • Telur ayam 62 ton.

Menurut Ketut Astawa, penguatan stok itu penting agar program intervensi pangan bisa segera dijalankan saat terjadi gangguan produksi.

3. Stok akan disalurkan lewat program intervensi pangan

Ilustrasi stok beras di gudang Bulog. (IDN Times/Ruhaili)

Cadangan pangan tersebut akan digunakan untuk berbagai program stabilisasi, seperti bantuan pangan dan operasi pasar. Pemerintah telah mulai menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng sejak Maret 2026.

Realisasi hingga 25 Maret tercatat mencapai 378.666 penerima di 24 provinsi. Selain itu:

  • Penyaluran beras SPHP selama Maret mencapai 43,17 ribu ton

  • Program Gerakan Pangan Murah terus digelar di berbagai daerah

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman mengatakan ketahanan pangan harus diperkuat melalui produksi dalam negeri.

Menurutnya, setiap negara perlu mengurangi ketergantungan impor di tengah ancaman krisis pangan global.

“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Oleh karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” tutur Amran.

Dengan stok yang diperkuat dan program intervensi yang disiapkan, pemerintah berharap dampak potensi Godzilla El Nino terhadap pasokan pangan dapat ditekan.

Editorial Team