Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adleeva Perkuat Strategi Pemasaran Digital agar Dekat dengan Konsumen
Adleeva Perkuat Strategi Pemasaran Digital agar Dekat dengan Konsumen (Dok. Istimewa)
  • Adleeva menggabungkan pengembangan produk, layanan klinik, dan edukasi perawatan kulit untuk membantu konsumen memahami kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren.
  • Melalui program Adleeva Skinfluencer 3.0, brand berkolaborasi dengan kreator konten lewat skema affiliate, komisi hingga 15 persen, produk gratis, dan akses acara.
  • Adleeva menyesuaikan komunikasi digital dengan perilaku audiens, memanfaatkan kreator serta konten relevan di tengah tingginya penggunaan media sosial untuk riset brand.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perkembangan media sosial mengubah cara konsumen mencari informasi hingga menentukan pilihan produk. Bagi industri kecantikan, perubahan ini membuat strategi komunikasi pemasaran tidak cukup hanya mengandalkan promosi produk, tetapi juga perlu membangun kepercayaan melalui edukasi dan interaksi dengan konsumen.

Adleeva, brand perawatan kulit lokal asal Bandung yang telah hadir sejak 2016, melihat perubahan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat komunikasi dengan pasar. Strateginya dilakukan melalui pengembangan produk, edukasi perawatan kulit, serta kolaborasi dengan kreator konten untuk menjangkau konsumen di ekosistem digital.

Laporan Digital 2026: Indonesia dari We Are Social mencatat jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 180 juta orang atau 62,9 persen dari total populasi. Sekitar tiga dari lima orang Indonesia juga menggunakan media sosial untuk melakukan riset terhadap brand secara online.

Berikut tiga strategi komunikasi pemasaran yang dijalankan Adleeva untuk membangun kedekatan dengan konsumen.

1. Menggabungkan pemasaran produk dengan edukasi konsumen

Adleeva Perkuat Strategi Pemasaran Digital agar Dekat dengan Konsumen (Dok. Istimewa)

Banyaknya informasi mengenai bahan aktif, rutinitas perawatan kulit, dan tren kecantikan di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi brand. Konsumen tidak hanya membutuhkan rekomendasi produk, tetapi juga informasi yang membantu mereka memahami kebutuhan kulit.

Adleeva berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan yang menggabungkan produk, layanan klinik, dan edukasi. Dengan pendekatan ini, komunikasi brand tidak hanya berfokus pada penawaran produk, tetapi juga pada pemahaman konsumen terhadap perawatan kulit.

“Perkembangan media sosial membuat informasi terkait perawatan kulit menjadi sangat mudah diakses. Tantangannya adalah bagaimana konsumen bisa mendapatkan informasi yang membantu mereka memahami kebutuhan kulit, bukan hanya mengikuti produk atau tren yang sedang ramai,” ujar Lilis T., Founder Adleeva.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pengembangan rangkaian produk Adleeva untuk beragam kebutuhan kulit, mulai dari pembersih wajah, toner, pelembap, dan tabir surya hingga produk untuk membantu mencerahkan kulit kusam serta mengatasi jerawat.

Adleeva juga memiliki Adeeva Aesthetic Clinic di Bandung dan Cimahi yang menghadirkan layanan sekaligus menjadi pusat edukasi kecantikan. Kombinasi produk dan layanan ini memberikan ruang bagi brand untuk membangun komunikasi dengan konsumen melalui lebih dari satu titik interaksi.

2. Memanfaatkan kreator untuk memperluas jangkauan brand

Adleeva Perkuat Strategi Pemasaran Digital agar Dekat dengan Konsumen (Dok. Istimewa)

Selain edukasi, Adleeva memperluas interaksi dengan konsumen melalui kolaborasi bersama kreator konten. Strategi ini diwujudkan melalui Adleeva Skinfluencer 3.0 yang diluncurkan pada pertengahan 2026.

Program open affiliate berkala tersebut membuka kesempatan bagi kreator untuk menjadi bagian dari ekosistem Adleeva sekaligus mendapatkan dukungan dalam mengembangkan konten dan aktivitas bersama brand. Melalui program ini, anggota berkesempatan memperoleh komisi penjualan hingga 15 persen, produk Adleeva secara gratis, akses ke berbagai acara, serta pengetahuan baru mengenai dunia kecantikan.

Bagi strategi pemasaran, keterlibatan kreator memberikan peluang bagi brand untuk hadir dalam percakapan yang sudah berlangsung di media sosial. Konten yang dekat dengan keseharian audiens juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk dengan pendekatan yang lebih relevan bagi calon konsumen. Dengan demikian, kreator tidak hanya berperan dalam memperluas jangkauan komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Adleeva membangun interaksi dengan pasar digital.

3. Menyesuaikan komunikasi dengan perilaku pengguna media sosial

ilustrasi media sosial, medsos, komunikasi, notifikasi (vecteezy.com/Suwaree Tangbovornpichet)

Pemilihan kanal komunikasi menjadi faktor penting dalam strategi pemasaran digital. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026, TikTok menjadi media sosial yang paling sering diakses masyarakat Indonesia dengan porsi 31,8 persen, disusul Facebook sebesar 29,4 persen dan Instagram sebesar 27,7 persen. TikTok juga menjadi platform yang paling sering diakses oleh Gen Z dengan porsi 32,3 persen dan milenial sebesar 31,9 persen.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya memahami perilaku audiens dalam merancang komunikasi pemasaran. Bagi brand kecantikan, media sosial dapat menjadi saluran untuk memperkenalkan produk sekaligus menyampaikan informasi yang membantu konsumen memahami manfaat dan kebutuhan perawatan kulit.

Adleeva memanfaatkan perkembangan ekosistem digital dengan melibatkan kreator dan menghadirkan konten yang dekat dengan keseharian audiens. Strategi tersebut membuka ruang bagi brand untuk berpartisipasi dalam percakapan seputar kecantikan, di tengah banyaknya informasi dan rekomendasi produk yang beredar.

Sejak hadir di industri kecantikan Indonesia pada 2016, Adleeva terus mengembangkan produk, layanan, dan keterlibatan dengan konsumen. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya brand dalam menyesuaikan komunikasi pemasaran dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan media sosial.

Curated For You

Editorial Team

Related Article