Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Agrinas Klaim Temui Produsen Lokal Sebelum Putuskan Impor Pikap India
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota (IDN Times/Pitoko)
  • Agrinas Pangan Nusantara menegaskan rencana impor 105 ribu pikap India dilakukan setelah negosiasi dengan sejumlah produsen lokal seperti Suzuki, Daihatsu, dan Isuzu tidak mencapai kesepakatan.
  • Negosiasi terkendala harga dan kapasitas produksi, sementara kebutuhan Agrinas mencapai ratusan ribu unit sehingga perusahaan memilih skema pembelian gelondongan agar harga lebih efisien.
  • Impor dilakukan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, melibatkan 35 ribu unit Mahindra Scorpio Pik Up serta 70 ribu unit Tata Yodha dan Ultra T.7 dari India.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, rencana impor 105 ribu unit pikap dari India tidak muncul secara tiba-tiba. Hal itu datang setelah Agrinas Pangan Nusantara melakukan pertemuan dan negosiasi dengan beberapa pabrikan komersial di dalam negeri.

Joao menjelaskan, pertemuan itu dilakukan dengan pabrikan-pabrikan pikap di Indonesia, baik dari Jepang maupun China. Namun, tiada kesepakatan terjadi dengan pihak-pihak tersebut.

"Terkait dengan isu bahwa kami tidak memberikan kesempatan atau tidak memberikan ruang kepada produsen lokal saya rasa bahwa itu tidak benar karena kita harus kita terbuka, kita juga melakukan kegiatan ini secara transparan dan semua produsen kita beri kesempatan yang sama," tutur Joao dalam konferesni pers di Yodya Tower Jakarta, Selasa (24/2/2026).

1. Hambatan negosiasi dengan produsen lokal

Grand Max 1.3 (daihatsu.co.id)

Joao pun secara spesifik menyebut sejumlah produsen lokal yang diajak bertemu dan bernegosiasi, yakni Foton, Suzuki, Daihatsu, Isuzu, Hino, dan masih banyak lainnya. Adapun negosiasi tersebut mengalami hambatan lantaran beberapa alasan seperti harga hingga kapasitas produksi.

"Suzuki Carry dan Grand Max, (dua pikap) ini kan yang menjadi isu seolah-olah kami tidak memberikan peluang untuk 4x2. Pertimbangannya umpamanya untuk Grand Max dan Carry. Sekarang 4x20nya setahu saya hanya mampu memproduksi sebanyak 100.000 sampai 120.000 unit per tahun," ujar Joao

"Dan sekarang ini sebagian besar dipakai oleh MBG dan kita melihat bahwa sekarang ini pertanian kita juga sedang tumbuh karena pemerintah memberikan subsidi pupuk kepada petani sehingga pertanian kita tumbuh dan banyak petani-petani kita juga atau banyak ini yang menggunakan ini menggunakan mobil Carry maupun Grand Max ini untuk mengantar ke pasar-pasar gitu," sambung dia.

2. Pikap yang mau dibeli jumlahnya ratusan ribu unit

Mobil pikap Scorpio produksi Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M). (dok. Mahindra)

Selain itu, jumlah pikap yang hendak dibeli Agrinas Pangan Nusantara jumlahnya bukan puluhan ribu, melainkan ratusan ribu unit. Hal itu yang kemudian membuat Agrinas Pangan Nusantara menggunakan skema gelondongan dalam membeli pikap agar harganya juga terjangkau.

"Masalah kalau tidak ada kesepakatan atau tidak ada ini kan wajar dalam bisnis. Kemudian yang menjadi isu utama itu adalah bahwa kami memberi dalam jumlah yang besar sehingga kami menawarkan adalah bulk. Kami memberi secara gelondongan," ujar Joao.

"Tetapi sampai akhir ternyata produsen-produsen lokal ini sebagian besar mungkin karena dominasi selama sekian puluh tahun mereka cenderung merasa bahwa membeli bulk itu tidak ada bagi mereka, tetap dihitung per unit. Menurut saya tidak fair juga karena kita untuk Koperasi Merah Putih ini kita pembelian yang bukan menjadi pembelian root, seperti pada market mereka yang biasa," imbuh Joao.

3. Impor pikap untuk kebutuhan KDKMP

Koperasi merah putih di Kelurahan Sukodadi Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Agrinas Pangan Nusantara akan melakukan impor 105 ribu unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Jenis mobil yang diimpor adalah pikap 4x4 dan juga truk yang dibutuhkan untuk distribusi hasil pertanian ke KDKMP, dan juga kebutuhan logistik lainnya.

Lebih rinci, sebanyak 35 ribu unit mobil pikap diimpor Agrinas Pangan Nusantara dari produsen Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M). Dikutip dari keterangan resmi Mahindra, Jumat (20/2/2026), merek mobil yang dipasok perusahaan tersebut adalah Scorpio Pik Up 2026.

Selain Mahindra, Agrinas Pangan Nusantara juga mengimpor 70 ribu unit mobil dari produsen India, yakni Tata Motors. Rinciannya, sebanyak 35 ribu unit mobil pikap merek Yodha, dan 35 ribu unit truk merek Ultra T.7. Adapun komitmen itu diteken Agrinas Pangan Nusantara dengan PT Tata Motors Distribusi Indonesia, selaku distributor produk Tata Motors di Tanah Air.

Editorial Team