Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PHOTO-2025-11-05-15-15-52.jpeg
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Intinya sih...

  • Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 diproyeksikan lebih tinggi dari kuartal III 2025

  • Inflasi Desember 2025 tetap dalam target APBN, cadangan devisa kuat, dan defisit fiskal terjaga di bawah batas aman

  • Sektor perbankan Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit dan DPK yang solid, serta mendapat kepercayaan dari lembaga pemeringkat internasional

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa kondisi makroekonomi Indonesia tetap tangguh dan stabil. Hal ini diperkirakan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 5,04 persen (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2025," ungkap Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Sebagaimana diketahui, kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 dan keseluruhan tahun 2025 akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis, 5 Februari 2026.

Airlangga juga mencatat inflasi Indonesia pada bulan Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen, yang masih dalam kisaran target APBN.

"Dipastikan bahwa inflasi tetap berada dalam rentang 2,5 persen plus minus 1 persen sesuai dengan target APBN," kata Airlangga.

Dalam hal cadangan devisa menunjukkan ketahanan yang kuat. Sampai dengan Desember 2025, cadangan devisa tercatat sebesar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan 6,2 bulan impor, yang menandakan daya tahan ekonomi Indonesia terhadap guncangan eksternal.

Airlangga juga menyebutkan bahwa defisit fiskal Indonesia masih terjaga di bawah batas 3 persen dari PDB, memastikan keberlanjutan fiskal negara.

"Defisit fiskal Indonesia masih terkendali di bawah batas yang aman. Kami terus menjaga keseimbangan anggaran agar tetap stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ungkap Airlangga.

Dari sektor perbankan, Indonesia juga menunjukkan kinerja yang solid. Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,6 persen, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,83 persen. Airlangga menegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia tetap sehat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 25,87 persen, jauh di atas batas minimum yang ditentukan.

"Sektor perbankan kita tetap dalam kondisi yang baik. Capital Adequacy Ratio yang tinggi menunjukkan bahwa perbankan Indonesia memiliki permodalan yang cukup untuk menghadapi risiko ekonomi," jelas Airlangga.

Di samping itu, Indonesia juga terus mendapatkan kepercayaan dari lembaga pemeringkat internasional. Moody's memberikan rating Baa2, Fitch memberikan rating BBB, dan S&P mempertahankan rating BBB- untuk Indonesia, yang menunjukkan stabilitas dan kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia.

"Rating ini menjadi bukti bahwa dunia internasional masih percaya pada kekuatan ekonomi Indonesia, meskipun ada tantangan global yang harus kita hadapi," ujar Airlangga.

Editorial Team