BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Q4 2025 dan Q1 2026 Bakal Positif

- BI proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 tetap positif
- Optimisme didukung kuatnya permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi yang terus meningkat
- Gubernur BI perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada pada kisaran 4,7 hingga 5,5 persen dengan akselerasi pertumbuhan pada 2026 di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen
Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 akan tetap tumbuh positif. Bahkan, kinerjanya diperkirakan lebih baik dibandingkan kuartal II dan III 2025.
“Proyeksi kami untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 menunjukkan angka-angka yang cukup baik dan akan lebih tinggi daripada kuartal III 2025,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (21/1/2026).
1. Permintaan domestik jadi penopang utama

Optimisme terhadap laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 ditopang oleh kuatnya permintaan domestik. Sumber pertumbuhan berasal dari konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta investasi yang terus meningkat.
Bank Indonesia menilai, faktor-faktor tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja ekonomi nasional dalam dua kuartal mendatang.
2. Stimulus kebijakan dorong konsumsi rumah tangga

Aida menjelaskan, konsumsi rumah tangga akan semakin kuat seiring koordinasi erat antara kebijakan moneter dan fiskal. Kebijakan tersebut mencakup instrumen makroprudensial, sistem pembayaran, serta stimulus fiskal yang berkelanjutan.
"Sinergi ini akan meningkatkan konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta investasi, khususnya melalui beberapa program pemerintah yang ada," katanya.
3. BI Proyeksikan ekonomi 2025 tumbuh hingga 5,5 persen

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada pada kisaran 4,7 hingga 5,5 persen. Kinerja ekonomi yang lebih tinggi pada kuartal IV 2025 didorong oleh permintaan domestik yang kuat, peningkatan stimulus fiskal, serta kinerja sektor usaha yang positif.
Sektor pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi diproyeksikan menjadi penopang utama pertumbuhan.
"Secara spasial, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan membaik di Bali-Nusa Tenggara, diikuti oleh Jawa dan Kalimantan yang didorong oleh permintaan domestik," kata Perry.
Dengan proyeksi tersebut, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi tanah air akan mencapai 4,7 hingga 5,5 persen pada 2025. Akselerasi pertumbuhan diperkirakan berlanjut pada 2026 dengan proyeksi di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, sejalan dengan kebijakan yang diterapkan Bank Indonesia.
















