Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai rencana Amerika Serikat memperoleh 30–50 juta barel minyak dari Venezuela tidak akan mengganggu pasar energi global, mengingat produksi minyak negara tersebut relatif kecil.
Menurut Airlangga, produksi minyak Venezuela saat ini masih di bawah 1 juta barel per hari, atau kurang dari 1 persen dari total produksi minyak dunia, sehingga pengalihan minyak dalam jumlah tersebut hanya berdampak sangat terbatas terhadap pasokan global.
"Enggak (berdampak). Pertama, produksi minyak Venezuela itu kan di bawah 1 juta barel per hari, jadi di bawah 1 persen. Secara global, dampaknya tidak ada,” ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (9/1/2025).
