Airlangga Lapor Prabowo soal Finalisasi Nego Tarif AS, Ini Bocorannya

- Perundingan RI-AS ditargetkan diteken Januari: Rencana penandatanganan kesepakatan oleh Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump masih ditargetkan berlangsung pada Januari. Meski demikian, pembahasan antara kedua negara belum sepenuhnya rampung.
- Fokus pada penyusunan dokumen hukum: Pembahasan lanjutan terkait perundingan dengan AS dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 19 Januari. Airlangga menjelaskan pembahasan akan difokuskan pada tahap penyusunan dokumen hukum atau legal drafting.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan perundingan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Perkembangan negosiasi kesepakatan perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) itu dibahas saat Airlangga menghadap Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (5/1/2026).
"Iya, tadi kita bahas mengenai kondisi ekonomi makro, kemudian yang kedua tentu terkait dengan progres daripada perundingan dengan Amerika," kata Airlangga kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan.
1. Perundingan RI-AS ditargetkan diteken Januari 2026

Terkait perundingan dengan Amerika Serikat, Airlangga menyebut rencana penandatanganan kesepakatan oleh Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump masih ditargetkan berlangsung pada Januari 2026.
"Rencananya demikian (kesepakatan akan ditandatangani pada Januari ini)," kata mantan Menteri Perindustrian (Menperin) itu.
Meski demikian, dia menegaskan pembahasan antara kedua negara belum sepenuhnya rampung. Menurutnya, masih ada proses lanjutan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.
Trump sempat memutuskan untuk menurunkan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen pada barang-barang Indonesia sebagai bagian dari kebijakan tarif balasan (reciprocal tariffs).
2. Fokus pada penyusunan dokumen hukum

Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar itu mengungkapkan, pembahasan lanjutan terkait perundingan dengan AS dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 19 Januari.
Dalam agenda lanjutan itu, Airlangga menjelaskan pembahasan akan difokuskan pada tahap penyusunan dokumen hukum atau legal drafting. Proses legal drafting masih terus berjalan.
"Itu legal drafting detail (yang akan dibahas lebih lanjut)," kata Airlangga.
Indonesia terus melakukan diplomasi intens untuk menurunkan tarif AS sekaligus membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan.
3. Ada pengecualian tarif untuk sejumlah komoditas

Perjanjian ART ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan kedua pemimpin pada 22 Juli 2025 lalu, yang menurunkan tarif Indonesia ke Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen.
Selain itu, Indonesia juga memperoleh pengecualian tarif khusus untuk sejumlah produk unggulan ekspor, seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan kakao.
Menurut Airlangga, kesepakatan tersebut menjadi kabar positif bagi industri nasional, khususnya sektor padat karya yang terdampak langsung kebijakan tarif.
"Sektor-sektor tersebut tercatat menyerap sekitar lima juta tenaga kerja, sehingga penyelesaian perjanjian ini dinilai strategis bagi perekonomian Indonesia," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers secara daring, Selasa (23/12/2025).
Selain isu tarif, Indonesia juga berkomitmen membuka akses pasar bagi Amerika Serikat serta mengatasi berbagai hambatan non-tarif melalui agenda deregulasi yang terus dijalankan pemerintah.



















