Ketika kondisi ekonomi tidak pasti, konsumen biasanya mulai lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Bukan berarti mereka berhenti membeli, tetapi cara mereka memilih barang bisa berubah. Salah satu perubahan yang semakin terlihat adalah meningkatnya minat terhadap barang second atau barang bekas. Produk yang sebelumnya dianggap sebagai pilihan kedua kini mulai dilihat sebagai alternatif untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan pengeluaran lebih rendah.
Fenomena ini juga terlihat dalam perkembangan recommerce, yaitu aktivitas jual-beli barang yang sebelumnya sudah dimiliki orang lain. Dalam Recommerce Report 2026, eBay mencatat 76 persen konsumen yang disurvei secara global pernah membeli barang secondhand dalam setahun terakhir. Bahkan, 47 persen mengaku membeli barang secondhand setidaknya sebulan sekali. Lantas, mengapa barang second semakin menarik ketika ekonomi sedang penuh ketidakpastian?
