Fenomena FOMO atau fear of missing out semakin terasa kuat di era digital yang serba cepat. Arus informasi yang padat membuat orang terus membandingkan diri dengan apa yang terlihat di layar, mulai dari promo, tren, sampai gaya hidup. Dalam kondisi seperti ini, keputusan pembelian sering lahir bukan dari kebutuhan, tapi dari rasa takut tertinggal.
Bagi dunia pemasaran, FOMO bukan sekadar istilah psikologis, tapi alat strategis yang sangat efektif. Banyak brand memanfaatkan rasa urgensi dan eksklusivitas untuk mendorong respons cepat dari audiens. Strategi ini terbukti mampu memicu emosi dan mempercepat keputusan tanpa banyak pertimbangan rasional. Yuk, bahas bareng alasan kenapa FOMO jadi senjata ampuh dalam strategi pemasaran modern!
