Comscore Tracker

Industri Iklan Out-of-Home Kala Pandemik, Bagaimana Mampu Bertahan?

Transformasi yang dilakukan oleh out-of-home untuk bertahan?

Jakarta, IDN Times - Dengan diberlakukannya kebijakan work from home dan physical distancing selama masa pandemik, beberapa marketing channel, seperti sosial media hingga platform live streaming, memang mengalami peningkatan tajam. Namun, di sisi lain, beberapa marketing channel seperti layanan iklan out-of-home, harus mengalami penurunan akibat kebijakan tersebut. Tentu ini bukan akhir dari sebuah era iklan luar ruang, justru menjadi kesempatan untuk terus berevolusi dan mempertimbangkan berbagai macam strategi pemasaran baru yang lebih efektif di kala pandemik saat ini. 

1. Format iklan yang tak lekang oleh zaman

Industri Iklan Out-of-Home Kala Pandemik, Bagaimana Mampu Bertahan?Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Jika kita lakukan sedikit kilas balik, layanan iklan out-of-home adalah format beriklan yang tak lekang oleh zaman, yang terus mampu beradaptasi di tengah perkembangan berbagai marketing channel. Dengan kemajuan teknologi, iklan luar ruang kini bisa menjawab kebutuhan marketer untuk mengerti perubahan perilaku konsumen dengan cepat. Tak heran bila programmatic out-of-home, versi terbaru dari layanan iklan out-of-home tradisional, berhasil mempertahankan kurva pertumbuhan yang stabil meskipun lanskap dan kecanggihan media terus berkembang.

William Utomo, COO IDN Media, menyatakan, "Data yang terkompilasi melalui ekosistem periklanan OOH menjadikannya media periklanan yang paling efektif bagi marketer karena fleksibilitas kuantitas dan periode tayang, jangkauan lokasi prime area mulai dari business district hingga residential area, serta campaign performance yang dapat diperoleh oleh marketer."

2. Jawaban dari format iklan luar ruang tradisional

Industri Iklan Out-of-Home Kala Pandemik, Bagaimana Mampu Bertahan?unsplash.com

Secara global, programmatic OOH diprediksi akan memasuki fase perkembangan yang eksponensial. Akselerasi dan transformasi digital iklan OOH yang terjadi akibat pandemik menjadi kunci bagi marketer untuk membuat campaign dengan lebih cepat, fleksibel, dan tentunya dengan konten yang lebih dinamis. Hal ini menjadikan programmatic OOH menjadi media iklan yang penting, di mana kecepatan dan fleksibilitas adalah hal yang dibutuhkan oleh pengiklan selama pandemik. Mengikuti relevansi ini, IDN Media meluncurkan IDN Programmatic Out-of-Home pada pertengahan tahun lalu. William menjelaskan, "IDN Programmatic Out-of-Home adalah sebuah platform media OOH yang terkoneksi dengan internet dan teknologi khusus yang telah dipatenkan, untuk menampilkan iklan OOH secara real-time dan terukur. Pendekatan berbasis data yang lebih bertarget seperti ini tentu dapat membantu marketer untuk menimbang secara spesifik di mana dan kapan ia bisa memunculkan tayangan iklannya."

Programmatic OOH ingin membantu marketer untuk menjangkau konsumennya secara lebih efisien, di mana selama ini selalu terbatas dengan format iklan luar ruang tradisional─mulai dari harga yang tinggi per lokasi pemasangan, terbatasnya exposure, tidak adanya laporan performa iklan, durasi pemasangan yang tidak fleksibel, lokasi OOH yang ilegal, hingga pengaturan konten yang tidak dapat diubah. Khusus untuk fase pertama, IDN Programmatic OOH sendiri akan fokus pada format layar LED yang terkoneksi dengan internet dan terpasang di bagian atas mobil taksi online. Dengan mobilitas programmatic out-of-home, marketer juga diberi fleksibilitas untuk “menjemput bola” mereka. Tak hanya itu, pendekatan strategis berbasis data pada programmatic out-of-home dapat membantu marketer untuk memperhitungkan efisiensi biaya dan memberikan gambaran spesifik mengenai hasil impression dari target pasar mereka.

3. Proses pengembangan teknologi untuk iklan out-of-home

Industri Iklan Out-of-Home Kala Pandemik, Bagaimana Mampu Bertahan?Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Tak dapat dipungkiri, pandemik sempat menghadirkan beragam turbulensi yang menghadang laju programmatic OOH. Namun, bila dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, pola konsumsi masyarakat pasca pandemik diperkirakan akan meningkat secara drastis. Fenomena yang disebut dengan "revenge shopping" ini tentu juga akan menjadi rebound tersendiri bagi dunia advertising. "Fokus pada peluang di masa mendatang, IDN Programmatic OOH memutuskan untuk melipatgandakan kuantitas unit mobil. Sejumlah penyempurnaan dari sisi hardware dan software juga dilakukan, seperti pengembangan teknologi yang dapat memberikan kebebasan bagi para marketer untuk merencanakan, mengatur, dan memonitor iklan yang sedang jalan secara real-time," terang William.

4. Bisa bantu optimalkan UMKM

Industri Iklan Out-of-Home Kala Pandemik, Bagaimana Mampu Bertahan?Ilustrasi UMKM. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Untuk terus menjawab kebutuhan marketer yang terus berkembang, IDN Programmatic OOH kini kembali ke tahap Research and Development (R&D) untuk mengembangkan teknologi hyperlocal targeting, sebuah teknologi yang dapat membantu layanan iklan programmatic OOH untuk melakukan targeting secara lebih tepat dan akurat. Data hyperlocal yang diperoleh melalui teknologi tersebut juga dapat membantu marketer untuk lebih memahami perilaku audiens di berbagai daerah, sehingga format iklan OOH yang paling tepat pun dapat diberlakukan. Nantinya, bila sudah terealisasi secara utuh, industri UMKM nanti juga akan dapat memanfaatkan teknologi tersebut, mengingat Return on Investment (ROI) yang dihasilkan pun akan lebih optimal.

5. Bantu marketer dalam pertahankan output, visibilitas, dan jangkauannya

Industri Iklan Out-of-Home Kala Pandemik, Bagaimana Mampu Bertahan?Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Bagaimanapun, krisis memang tak melulu tentang kesulitan. Krisis yang terjadi akibat pandemik justru juga dapat membuka banyak peluang besar bagi bisnis, termasuk bisnis yang bergerak di bidang periklanan out-of-home. Di tengah masa pandemik seperti ini, industri OOH justru ditantang untuk mencetuskan teknologi-teknologi inovatif yang dapat membantu marketer dalam mempertahankan output, visibilitas, dan jangkauannya. Fleksibilitas untuk mengoptimalkan kampanye berdasarkan lokasi dan kondisi audiens yang dinamis juga memungkinkan marketer untuk terhubung dengan konsumen secara lebih nyata. Tak lupa, data yang terkompilasi selama masa pandemik bahkan bisa menjadi “amunisi” yang krusial di masa pasca pandemik.

Topic:

  • Amelia Rosary

Berita Terkini Lainnya