Comscore Tracker

Terapkan Strategi Engagement yang Jitu, Brand Pasti Tuai 3 Hal Ini!

Brand kompetitor bisa saja datang sewaktu-waktu!

Jakarta, IDN Times - Dalam menjalani bisnis, relasi yang terjalin antara produsen dan konsumen menjadi salah satu indikator untuk mengukur kesuksesan sebuah perusahaan. Relasi baik yang terbangun tentu juga akan berpengaruh pada peningkatan loyalitas konsumen. Untuk menciptakan relasi yang berkesinambungan antara produsen dan konsumen, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menciptakan customer engagement dalam jangka waktu yang panjang. Dalam mewujudkannya, strategi engagement pun perlu dilaksanakan.

Menurut Whisnu Anugrah, Project Manager di IDN Creative, strategi engagement merupakan sebuah strategi pemasaran yang memang harus dipersiapkan, bukan hanya untuk menciptakan transaksi jual beli, namun juga untuk mengetahui konteks bisnis dari sebuah brand. Nantinya, konteks bisnis ini akan dikategorikan ke beberapa touchpoint, yang akhirnya dapat membantu brand untuk lebih mengetahui target konsumen mereka, sehingga multiple sales pun dapat terjadi. Memangnya, strategi engagement yang baik dapat berpengaruh pada apa saja, sih?

1. Higher awareness

Terapkan Strategi Engagement yang Jitu, Brand Pasti Tuai 3 Hal Ini!Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Dalam menciptakan strategi engagement, Whisnu percaya bahwa ada beberapa komponen yang harus selalu hadir. "Perlu ada unique selling point dan unique value proposition yang ditawarkan pada konsumen. Artinya, target konsumen juga harus jelas. Kemudian, perhatikan pula platform yang digunakan karena tiap platform memiliki pendekatan yang berbeda. Selanjutnya adalah pengeksekusian dan konsistensi. Percuma sudah breakdown semua detail, tapi tak dieksekusi. Percuma juga bila sudah dieksekusi, namun hanya satu kali dan hilang begitu saja," ujar Whisnu.

Menjaga konsistensi dan komitmen dari pelaksanaan strategi engagement memang memerlukan kerja keras dalam jangka waktu yang panjang. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, hal tersebut tentu juga akan membentuk awareness konsumen pada suatu brand tertentu. Apabila awareness itu telah berhasil didapatkan, konsumen akan selalu hadir untuk mendukung apapun yang dilakukan dan diciptakan oleh brand favorit mereka. Whisnu menegaskan, "If there is desire, there is demand, so make sure our product is desired."

2. Positive attitude

Terapkan Strategi Engagement yang Jitu, Brand Pasti Tuai 3 Hal Ini!Whisnu Anugrah (Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo)

Selain higher awareness, positive attitude adalah hal lain yang dapat brand tuai apabila berhasil menjalankan strategi engagement yang jitu. Untuk mencapainya, koneksi dan konsistensi merupakan dua poin yang membentuk positive attitude konsumen pada sebuah brand. "Idealnya, brand seharusnya juga hadir untuk membantu konsumen dalam mencari sebuah informasi spesifik, jadi tidak semata-mata hard-selling dan glorifying produk mereka setiap hari," kata Whisnu.

"Reciprocity, ya, konsep mutualisme, timbal balik. Nah, inilah yang akan didapatkan oleh brand saat positive attitude konsumen terhadap brand sudah terbentuk," Whisnu mengungkapkan. Timbal balik ini, menurut Whisnu, dapat berupa loyalitas konsumen, peningkatan penjualan, keinginan untuk mencoba produk new-launched, bahkan cenderung bersikap defensif ketika ada persoalan yang sedang dihadapi oleh brand.`

3. Higher buying intent

Terapkan Strategi Engagement yang Jitu, Brand Pasti Tuai 3 Hal Ini!Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Dengan strategi engagement yang tepat, higher buying intent juga akan tercipta. Psychological engagement strategy, secara lebih spesifik, adalah sebuah pendekatan psikologis yang memungkinkan brand untuk melakukan riset mengenai kondisi emosional konsumen dan hal apa saja yang dapat menstimulasi keinginan mereka untuk mengonsumsi produk. Whisnu menjelaskan, "Brand harus hadirkan strongest value yang dimiliki, kemudian bangun kepercayaan tentang produk tersebut. Ini yang nantinya akan drive new customers."

Strategi engagement, menurut Whisnu, pada akhirnya akan membantu brand untuk dapat menciptakan bisnis yang berkesinambungan. "Sustainability. Saat angka penjualan sudah dirasa tinggi, komen dan review positif telah didapat, brand tak jarang melupakan sustainability bisnis mereka. Ingat, brand kompetitor baru bisa saja hadir setiap saat, terlepas bagaimana kualitasnya. Once they get the awareness and engage with their audiences, it's a storm that will come to you soon," pesan Whisnu di penghujung wawancara.

Topic:

  • Amelia Rosary

Berita Terkini Lainnya