TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Menarik Tentang Bisnis Thrift Shop, Tertarik Mencoba?

Barang bekas namun tetap memiliki nilai

ilustrasi thrift shop (unsplash.com/Noemie Roussel)

Bisnis thrift shop semakin menjamur di Indonesia. Thrift shop merupakan sebuah usaha yang fokusnya menjual barang-barang bekas, sehingga barang ini bukan baru namun second dari pemilik sebelumnya. Biasanya, barang bekas ini diimpor dari luar negeri dan dijual kembali.

Thrift shop banyak dijadikan alternatif usaha bagi sebagian orang. Banyaknya peminat dari kalangan anak muda membuat bisnis ini semakin menjanjikan. Hal ini karena secara umum thrift shop menjual pakaian bekas bermerk dengan harga miring. Jika kamu ingin membuka usaha thrift shop, yuk ketahui lima fakta menariknya.

1. Sejarah munculnya thrift shop

ilustrasi kondisi perang dunia (unsplash.com/Museums Victoria)

Dilansir TIME, pada akhir abad ke-19 terjadi lonjakan pendatang baru dalam gelombang besar di Amerika. Produksi pakaian secara massal mulai diperkenalkan dengan adanya revolusi industri. Hal ini mengakibatkan harga pakaian menjadi murah serta dianggap sebagai barang sekali pakai.

Selama depresiasi hebat dan Perang Dunia II, permintaan barang bekas menjadi berkembang pesat. Banyak orang tidak mampu membeli barang baru sehingga mendorong mereka untuk membeli barang bekas.

2. Sangat populer di kalangan generasi milenial dan generasi Z

ilustrasi anak muda thrifting (pexels.com/Cottonbro)

Maraknya peminat dari generasi milenial dan Z membuat thrift shop bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan. Hal ini dipicu karena generasi milenial dan Z menyukai kegiatan berburu barang thrift baik secara offline maupun online.

Meskipun kondisinya second, namun barang ini masih layak digunakan tentunya dengan harga murah. Selain itu, barang thrift cenderung tidak ada yang sama sehingga berkesan tidak pasaran.

Baca Juga: 6 Tips Berburu Pakaian Thrift Shop agar Dapat Hasil Maksimal

3. Eco-friendly

ilustrasi reuse, reduce, recycle (pexels.com/Ready Made)

Tekstil menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar di bumi kita. Hal ini karena tekstil memerlukan waktu yang lama untuk terurai. Oleh sebab itu, adanya thrift shop membantu mengurangi permasalahan limbah tekstil ini.

Barang-barang yang masih bisa dipakai dijual kembali di thrift shop. Bisnis ini secara tidak langsung berdampak positif bagi kondisi lingkungan. Sebab sudah menerapkan siklus bisnis yang ramah lingkungan.

4. Harga murah dengan kualitas bagus

ilustrasi menjemur pakaian (unsplash.com/Bruno Nascimento)

Jika dibandingkan dengan membeli barang baru, maka membeli di thrift shop akan memberikan harga yang lebih murah. Meskipun barang-barangnya memiliki kesan jadul namun kualitasnya bisa dibilang masih bagus.

Sebelumnya, barang-barang thrift ini disortir terlebih dahulu mana yang layak dan tidak layak untuk dijual. Setelah itu dilakukan pembersihan untuk menghindari penyebaran bakteri maupun penyakit dari pemilik sebelumnya.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Bisnis Thrift Shop Sangat Menguntungkan, Ingin Coba?

Verified Writer

Agata Melinda Kristi

Let's take and give positive energy only, setuju?

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya