TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Banyak Pemudik Pingsan di Pelabuhan Ciwandan, Menko PMK: Jadi Catatan!

Tahun ini, kenaikan volume kendaraan sampai 65 persen

IDN Times/Khaerul Anwar

Jakarta, IDN Times - Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mengatakan untuk mudik di Pelabuhan Ciwandan akan menjadi catatan sebagai evaluasi untuk tahun depan.

Dia mengungkapkan banyak pemudik yang jatuh pingsan lantaran kondisi cuaca yang cukup panas dan terlalu lama mengantre pada saat akan naik ke kapal.

"Iya karena terlalu lama ngantrinya, nanti kita jadikan catatan untuk tahun depan. Mungkin nanti dikasih pendingin ya biar tidak panas," katanya usai memantau Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, Minggu (7/4/2024), dilansir ANTARA.

Baca Juga: Pemudik Roda Dua Membludak di Pelabuhan Ciwandan, Antran Capai 1 Km 

1. Kenaikan volume kendaraan sampai 65 persen

IDN Times/Khaerul Anwar

Muhadjir mengatakan, antrean kendaraan di Pelabuhan Ciwandan ini terjadi hingga 5 jam karena adanya kenaikan volume kendaraan. "Tahun ini terjadi kenaikan volume kendaraan sampai 65 persen dibandingkan tahun lalu," katanya.

Maka dari itu pihaknya meminta kepada pemudik untuk tetap bersabar. Menurutnya, para petugas telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik.

"Yang penting aman dan kemudian segera bisa sampai ke rumah," katanya.

2. Pemerintah terapkan aturan baru di Pelabuhan Merak dan Ciwandan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, meninjau Pelabuhan Merak, Minggu (7/4/2024). (Dok. Kemenhub)

Muhadjir pun menjelaskan pemerintah mengambil kebijakan baru melihat perkembangan penumpang yang melonjak di penyeberangan dari Pulau Jawa ke Sumatra. Kebijakan baru ini mengatur kapal dari Merak ke Bakauheni hanya akan menurunkan penumpang lalu kembali ke Merak.

"Di samping akan kita lihat perkembangan, nanti kapal dari Merak ke Bakauheni itu hanya nge-drop penumpang, semuanya, dan langsung kembali ke Merak untuk angkut penumpang. Tidak ada lagi skema 7-3 atau 4-3 tidak ada," ujarnya.

Sementara itu, aktivitas bongkar-muat akan dilakukan dari pelabuhan Ciwandan, baik menuju Bakauheni atau Panjang.

"Untuk yang membongkar dan muat itu hanya dari Ciwandan ke Bakauheni, atau ke Panjang. Sementara dari Merak khusus untuk drop saja. Kosong balik untuk isi kembali. Tentu saja ini akan kita lihat perkembangan karena mengingat antisipasi situasi sekarang," lanjut Menko Muhadjir.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya