TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Darurat! Rusia Naikkan Suku Bunga Acuan Dobel Jadi 20 Persen

Langkah Bank Sentral Rusia ini karena mata uang rubel jeblok

Tinta merah dioleskan ke foto Presiden Rusia Vladimir Putin saat protes anti perang di luar Kedubes Rusia, setelah Rusia meluncurkan operasi militer besar terhadap Ukraina, di Bucharest, Romania, Sabtu (26/2/2022). (ANTARA FOTO/Inquam Photos/Octav Ganea via REUTERS)

Jakarta, IDN Times - Bank sentral Rusia menerapkan langkah darurat dengan menaikkan suku bunga utamanya menjadi 20 persen dari 9,5 persen pada Senin (28/2/2022). Langkah ini dilakukan seiring nilai mata uang Rusia, rubel, mencapai rekor terendah terhadap dolar, dilaporkan CNBC.

Kondisi ini terjadi usai serangkaian sanksi dan hukuman baru yang dijatuhkan pada Rusia oleh negara-negara Eropa dan AS atas invasi Negara Beruang Merah itu ke Ukraina.

"Kenaikan suku bunga utama akan memastikan kenaikan suku bunga deposito ke tingkat yang diperlukan untuk mengimbangi peningkatan depresiasi dan risiko inflasi. Ini diperlukan untuk mendukung stabilitas keuangan dan harga serta melindungi tabungan warga dari depresiasi," tulis Bank Sentral Rusia, Senin.

Baca Juga: Google Blokir Media Rusia Menghasilkan Uang dari Iklan

Baca Juga: Deretan Sanksi Dunia untuk Rusia akibat Menginvasi Ukraina

1. Pengusaha ekspor diminta menjual mata uang asing mereka ke pasar untuk imbangi nilai rubel

ilustrasi mata uang rusia rubel (Pixabay.com/Evgeny)

Dalam upaya lain untuk mendukung rubel, Bank Sentral dan Kementerian Keuangan Rusia meminta perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ekspor, untuk menjual 80 persen mata uang asing mereka di pasar.

Bank sentral juga mengatakan akan membebaskan 733 miliar rubel (Rp107,2 triliun) dalam cadangan bank lokal untuk meningkatkan likuiditas. Gubernur Bank Sentral Elvira Nabiullina mengadakan pengarahan pada pukul 13.00 GMT.

"Kondisi eksternal untuk ekonomi Rusia telah berubah secara drastis," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan, dilansir ANTARA, Senin.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina, Ini Kontribusi Mereka terhadap Ekspor Dunia

2. Sejumlah langkah kebijakan untuk mendukung pasar domestik di tenah sanksi bagi Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dokumen termasuk dekrit yang mengakui dua wilayah memisahkan diri yang didukung Rusia di Ukraina timur sebagai entitas independen dalam sebuah upacara di Moskow, Rusia, Senin (22/2/2022). ANTARA FOTO/Sputnik/Alexey Nikolsky/Kremlin via REUTERS/aww/sad.

Sebelumnya bank sentral juga memerintahkan untuk menghentikan tawaran asing untuk menjual sekuritas Rusia. Ini merupakan upaya untuk menahan kejatuhan pasar. Nilai tukar mata uang rubel pada Senin jatuh sejauh 119,50 per dolar, turun 30 persen dari penutupan Jumat (25/2/2022).

Langkah-langkah ini menambah sederet kebijakan yang diumumkan sejak Kamis (24/2/2022) untuk mendukung pasar domestik. Sebab, Rusia berjuang untuk mengelola dampak yang meluas dari sanksi Barat yang diberlakukan sebagai pembalasan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya