TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Grab Operasikan 8.500 Kendaraan Listrik, Klaim Hemat 2 Juta Liter BBM

Kendaraan listrik Grab beroperasi di 8 provinsi

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam peluncuran GrabElectric di Kantor Kemenko Marves, Selasa (12/7/2022). (IDN Times/Trio Hamdani).

Jakarta, IDN Times - Grab Indonesia mengklaim telah menghemat bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 2 juta liter sejak mulai mengoperasikan kendaraan listrik pada 2020.

Selain itu, Presiden of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata juga menyatakan bahwa kehadiran kendaraan listrik yang dioperasikan oleh mitra Grab Indonesia telah berkontribusi dalam menurunkan Co2.

"Dari periode 2020 sampai 2021, armada GrabElectric telah berkontribusi untuk penghematan atau penurunan Co2 sebesar kurang lebih 5 ribu ton Co2, atau konversinya ini terhadap BBM ini penurunan 2 juta liter BBM," katanya dalam peluncuran GrabElectric di Kantor Kemenko Marves, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga: Luhut Minta Kantor Pusat Grab di Singapura Pindah ke Indonesia

Baca Juga: Survei: Grab dan Gojek Berebut Segmen Pasar Milenial dan Gen Z

1. Grab sudah mengoperasikan 8.500 kendaraan listrik

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam peluncuran GrabElectric di Kantor Kemenko Marves, Selasa (12/7/2022). (IDN Times/Trio Hamdani).

Ridzki menyampaikan bahwa saat ini Grab telah mengoperasikan sebanyak 8.500 kendaraan listrik yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia.

"Kami laporkan pada saat ini Grab sudah mengoperasikan 8.500 kendaraan listrik di 8 provinsi di Indonesia, termasuk di antaranya waktu itu Pak Menko (Luhut Binsar Pandjaitan), beberapa minggu yang lalu juga menghadiri di kawasan Candi Borobudur, di situ kita juga menempatkan kendaraan kendaraan listrik kita," tuturnya.

Baca Juga: Seberapa Tertarik Kamu dengan Kendaraan Listrik? Baca 4 Hal Ini 

2. Pengemudi Grab hemat biaya operasional 25 persen

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam peluncuran GrabElectric di Kantor Kemenko Marves, Selasa (12/7/2022). (IDN Times/Trio Hamdani).

Ridzki menerangkan bahwa mitra pengemudi mampu menghemat biaya operasional hingga 25 persen karena menggunakan kendaraan listrik.

"Di dalam prosesnya mereka melakukan penghematan dalam biaya operasinya kurang lebih secara rata-rata 25 persen dari biaya operasinya," ujar dia.

Kendaraan listrik Grab ini pun menggunakan sistem sewa terhadap para mitra pengemudi yang menggunakannya.

"Ini kami operasikan dengan pola sewa sehingga buat para mitra pengemudi atau calon mitra pengemudi yang tidak punya motor tetap bisa mengendarai kendaraan GrabElectric ini karena mereka sewa per hari," ujarnya.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya