TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Masih Ragu Konversi Motor Listrik? Kamu Bisa Hemat Segini

Bujet konversi maksimal Rp10 juta

Ilustrasi motor matic (Pixabay.com/Free-Photos)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim masyarakat bisa menghemat Rp2,77 juta per tahun dengan melakukan konversi motor BBM menjadi motor listrik.

"Manfaat antara lain untuk pemilik sepeda motor ini dengan perhitungan angka Pertalite bulan lalu, jadi sebesar Rp2,77 juta per tahun per sepeda motor," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam kegiatan sosialisasi melalui saluran YouTube Kementerian ESDM.

Baca Juga: Catat! Ini Lokasi Bengkel Konversi Motor Listrik yang Disubsidi

1. Manfaat lain dari program konversi motor listrik

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Manfaat lain dari program konversi motor listrik adalah penghematan kompensasi Pertalite dari sisi pemerintah sebesar Rp18,6 miliar dengan asumsi dilakukan konversi sebesar 50 ribu unit motor pada tahun ini.

Selanjutnya akan ada tambahan konsumsi listrik sebesar 15,2 gigawatt hour, dan penurunan emisi karbon sebesar 330 ribu ton.

Kemudian mengurangi impor BBM sebesar 20 ribu kiloliter yang secara otomatis juga terjadi penghematan devisa negara sebesar 10 juta dolar AS.

"Menciptakan lapangan kerja baru yang berasal dari bengkel-bengkel konversi, baik yang baru dibentuk maupun nanti akan timbulnya bengkel-bengkel yang baru dan juga timbulnya industri komponen yang menunjang kegiatan konversi ini," tambahnya.

Baca Juga: Segini Biaya yang Kamu Bayar Buat Konversi Motor Listrik Subsidi

2. Sudah ada 21 bengkel konversi yang terlibat

ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Pemberian bantuan pemerintah dalam bentuk subsidi konversi motor BBM menjadi motor listrik dilaksanakan oleh Kementerian ESDM kepada masyarakat melalui bengkel konversi.

Saat ini sudah ada sebanyak 21 bengkel konversi yang mendapatkan sertifikat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan total kapasitas konversi sekitar 2 ribu unit per bulan.

Oleh karenanya, untuk memenuhi target konversi sebanyak 50 ribu unit pada tahun ini, dibutuhkan tambahan bengkel-bengkel konversi.

"Dan kami akan melakukan pelatihan di beberapa tempat, antara lain di Bandung, di Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, di Denpasar, Mataram, Kupang dan juga Balikpapan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas konversi menjadi hampir 1 juta unit per tahun," ujar Dadan.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya