ilustrasi menjalani bisnis dengan bantuan AI (pexels.com/Kampus Production)
Pemilik UMKM juga bisa menggunakan AI untuk membantu mencari tahu apa yang sedang dibicarakan konsumen. Misalnya, kita bisa meminta AI membuat daftar hal yang perlu diperhatikan ketika menganalisis kompetitor, mulai dari harga, variasi produk, cara promosi, sampai pelayanan. Namun, bagian ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, AI tidak selalu mempunyai informasi terbaru dan tidak bisa menggantikan pengecekan langsung terhadap kompetitor atau kondisi pasar.
Fungsi AI di sini lebih cocok sebagai teman brainstorming. Pemilik usaha tetap perlu melihat marketplace, media sosial, komentar pelanggan, dan sumber lainnya sebelum mengambil keputusan. Sekali lagi, AI hanya sebagai partner untuk membantu, tapi kamulah yang paling tahu kondisi pasar.
Pada akhirnya, AI memang dapat sangat meringankan pekerjaan UMKM, tetapi sifatnya hanya sebagai alat bantu. Pemilik bisnis tetap perlu mengecek hasilnya, terutama untuk informasi tentang harga, keuangan, stok, pelanggan, dan hal-hal yang berhubungan langsung dengan keputusan bisnis. Semakin sering digunakan, kita juga akan semakin tahu pekerjaan mana yang memang cocok diberikan kepada AI dan mana yang lebih baik tetap dikerjakan sendiri.