Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Bisa Dikerjakan AI untuk Membantu Bisnis Kecil?
ilustrasi menjalankan bisnis dengan bantuan AI (freepik.com/freepik)
  • AI bisa mempermudah pembuatan ide konten dan draf deskripsi produk.

  • Pertanyaan pelanggan yang berulang juga dapat ditangani dengan bantuan templat AI.

  • Untuk promosi dan riset kompetitor, AI dapat menjadi teman brainstorming sebelum keputusan diambil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak pemilik bisnis kecil merasa selalu dikejar waktu. Pagi harus memikirkan stok barang, siang membalas chat pelanggan, sore mengurus pesanan, membuat konten, dan mencatat pemasukan. Kalau semua dikerjakan sendiri, pekerjaan sederhana pun bisa terasa menguras tenaga.

Di tengah kondisi seperti itu, teknologi AI mulai bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Tidak harus langsung menggunakan sistem yang mahal atau rumit. Bahkan, beberapa pekerjaan yang biasanya memakan waktu cukup lama bisa dibantu hanya dengan memasukkan perintah sederhana ke aplikasi AI.

1. Membantu mencari ide konten

ilustrasi seorang influencer sedang membuat konten (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Salah satu pekerjaan yang cukup menyita waktu bagi pemilik UMKM adalah memikirkan konten. Apalagi kalau bisnis mengandalkan Instagram, TikTok, atau marketplace untuk mendapatkan pelanggan. AI bisa digunakan untuk mencari ide konten berdasarkan jenis usaha yang dijalankan. Misalnya, pemilik usaha makanan bisa meminta ide konten selama satu minggu, lengkap dengan tema dan sudut pembahasannya.

AI juga cukup membantu mencari kata-kata untuk caption. Bukan berarti hasilnya langsung bisa dipakai mentah-mentah. Biasanya tetap perlu diedit supaya bahasanya sesuai dengan karakter bisnis dan tidak terasa terlalu kaku.

2. Membuat draft deskripsi produk

ilustrasi menjalankan bisnis dengan bantuan AI (freepik.com/marymarkevich)

Punya banyak produk berarti punya banyak deskripsi yang harus dibuat. Kelihatannya sederhana, tetapi kalau produknya puluhan atau bahkan ratusan, pekerjaan ini bisa cukup melelahkan. Untuk kondisi ini, AI bisa dimanfaatkan untuk membuat draft deskripsi berdasarkan informasi, seperti nama produk, bahan, ukuran, warna, manfaat, dan target pembeli. Setelah itu, kamu tinggal mengecek kembali apakah semua informasi sudah benar.

Cara seperti ini lumayan menghemat waktu. Alih-alih mulai dari halaman kosong, kita sudah punya bahan yang bisa diedit. Perlu diingat, jangan langsung menggunakan hasil AI begitu saja karena AI tetap bisa salah memasukkan informasi yang tidak pernah diberikan.

3. Membantu membalas pertanyaan pelanggan

ilustrasi menjalankan bisnis dengan bantuan AI (pexels.com/fauxels)

Pertanyaan pelanggan sebenarnya sering berulang. "Apakah produnya masih?", "Bisa kirim hari ini?", "Ukurannya berapa?", atau "Ada warna lain?" mungkin terlihat sepele, tetapi kalau masuk berkali-kali dalam sehari, membalasnya juga bisa menghabiskan waktu. Nah, AI bisa membantu membuat template jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pemilik bisnis kemudian tinggal menyesuaikan jawabannya dengan kondisi masing-masing pelanggan.

Untuk bisnis yang sudah mempunyai admin, template semacam ini juga bisa membuat gaya komunikasi lebih konsisten. Namun, untuk keluhan atau masalah pesanan yang sifatnya sensitif, tetap lebih baik ditangani langsung oleh manusia. Dengan begitu, pelanggan tidak merasa sedang berhadapan dengan jawaban otomatis.

4. Membantu membaca kondisi keuangan bisnis

ilustrasi bisnis pakaian (pexels.com/Liza Summer)

AI juga bisa digunakan untuk membantu memahami catatan keuangan sederhana. Misalnya, pemilik UMKM memasukkan data pemasukan dan pengeluaran selama satu bulan, kemudian meminta AI membantu mengelompokkan pengeluaran tersebut. Dari sana, kita bisa melihat biaya mana yang paling besar dan mulai bertanya apakah pengeluaran tersebut memang diperlukan. Misalnya, ternyata biaya pengiriman meningkat setiap bulan atau pengeluaran untuk membeli bahan baku terlalu besar dibandingkan penjualan. Tentu saja AI bukan pengganti akuntan. Namun, untuk pemilik usaha kecil yang masih mengelola keuangan sendiri, bantuan seperti ini bisa membuat angka-angka yang biasanya membingungkan menjadi lebih mudah dibaca.

5. Membantu membuat rencana promosi

ilustrasi promosi produk pakaian (freepik.com/freepik)

Saat ingin mengadakan promo, terkadang yang bikin bingung bukan hanya perihal menentukan diskonnya, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya kepada pelanggan. AI bisa membantu membuat beberapa alternatif ide promosi berdasarkan produk, target pembeli, dan anggaran yang tersedia. Misalnya, daripada memberikan diskon untuk semua barang, AI bisa diminta membuat ide promo untuk menghabiskan stok lama atau meningkatkan pembelian dari pelanggan yang sudah pernah bertransaksi. 

Setelah mendapatkan beberapa ide, keputusan tetap ada di tangan pemilik usaha. Kamu yang paling tahu kondisi stok, margin keuntungan, dan kebiasaan pelanggan. Jadi, AI hanya digunakan untuk mencari saran, bukan pengambil keputusan utama.

6. Membantu riset kompetitor dan pasar

ilustrasi menjalani bisnis dengan bantuan AI (pexels.com/Kampus Production)

Pemilik UMKM juga bisa menggunakan AI untuk membantu mencari tahu apa yang sedang dibicarakan konsumen. Misalnya, kita bisa meminta AI membuat daftar hal yang perlu diperhatikan ketika menganalisis kompetitor, mulai dari harga, variasi produk, cara promosi, sampai pelayanan. Namun, bagian ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, AI tidak selalu mempunyai informasi terbaru dan tidak bisa menggantikan pengecekan langsung terhadap kompetitor atau kondisi pasar.

Fungsi AI di sini lebih cocok sebagai teman brainstorming. Pemilik usaha tetap perlu melihat marketplace, media sosial, komentar pelanggan, dan sumber lainnya sebelum mengambil keputusan. Sekali lagi, AI hanya sebagai partner untuk membantu, tapi kamulah yang paling tahu kondisi pasar.

Pada akhirnya, AI memang dapat sangat meringankan pekerjaan UMKM, tetapi sifatnya hanya sebagai alat bantu. Pemilik bisnis tetap perlu mengecek hasilnya, terutama untuk informasi tentang harga, keuangan, stok, pelanggan, dan hal-hal yang berhubungan langsung dengan keputusan bisnis. Semakin sering digunakan, kita juga akan semakin tahu pekerjaan mana yang memang cocok diberikan kepada AI dan mana yang lebih baik tetap dikerjakan sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article