Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan mengenai tindak lanjut Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Bahlil memastikan kerja sama tersebut tidak akan membuka keran ekspor bijih mentah (ore), melainkan fokus pada hilirisasi di mana investor AS wajib melakukan pemurnian di Indonesia sebelum hasilnya diekspor ke AS.
"Jadi tidak, jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah, enggak. Yang dimaksudkan di sini adalah mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa diekspor. Biar clear nih, biar tidak ada salah interpretasi," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, dikutip Sabtu (21/2/2026).
