Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS dan Taiwan Capai Kesepakatan Investasi Chip Rp8,4 Kuadriliun
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/chris robert)

Intinya sih...

  • Taiwan investasi Rp8,4 kuadriliun untuk perluas produksi chip di AS

  • Kesepakatan sejalan dengan strategi Trump untuk merelokasi industri chip ke AS

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mengumumkan kesepakatan dagang baru yang berfokus pada perluasan produksi semikonduktor di wilayah Amerika. Nilai total komitmen investasi dalam sektor chip tersebut mencapai 500 miliar dolar AS (Rp8,4 kuadriliun).

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menjelaskan bahwa investasi besar ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok semikonduktor global dan sekaligus mengurangi ketergantungan Washington terhadap fasilitas manufaktur chip di luar negeri, terutama di kawasan Asia.

1. Taiwan investasi Rp8,4 kuadriliun untuk perluas produksi chip di AS

Berdasarkan ketentuan dalam kesepakatan dagang terbaru antara AS dan Taiwan, perusahaan-perusahaan asal Taiwan akan menanamkan investasi sebesar 250 miliar dolar AS (Rp4,2 kuadriliun) untuk membangun dan memperluas fasilitas produksi semikonduktor di wilayah Amerika. Selain itu, pemerintah Taiwan akan menambah dukungan investasi senilai 250 miliar dolar AS (Rp4,2 kuadriliun), menjadikan total nilai paket investasi mencapai 500 miliar dolar AS (Rp8,4 kuadriliun).

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick menyatakan, angka tersebut mencerminkan besarnya komitmen kedua pihak untuk menjadikan AS sebagai salah satu pusat utama manufaktur chip dunia. Ia menjelaskan bahwa investasi gabungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan stabilitas rantai pasok semikonduktor global.

Paket investasi ini mencakup pembangunan pabrik baru, perluasan kapasitas fasilitas yang sudah ada, serta pengembangan ekosistem pendukung seperti pemasok bahan baku dan perusahaan desain chip. Langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang Washington untuk meningkatkan keamanan ekonomi dan teknologi nasional melalui ekspansi produksi dalam negeri.

2. Kesepakatan sejalan dengan strategi Trump untuk merelokasi industri chip ke AS

Kesepakatan dagang antara AS dan Taiwan ini sejalan dengan strategi pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong relokasi industri strategis ke wilayah Amerika. Pada 2025, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan, pemerintah menargetkan sekitar 40 persen kebutuhan chip nasional dapat diproduksi di dalam negeri sebelum masa jabatan Trump berakhir.

“Tujuan saya, sejalan dengan tujuan pemerintahan saat ini, yaitu untuk secara besar-besaran memulangkan kembali proses produksi chip. Kita harus memproduksi chip kita sendiri,” kata Lutnick, dilansir CNBC.

Lutnick menegaskan, ketergantungan berlebihan pada produksi chip di luar negeri menimbulkan risiko terhadap keamanan pasokan, terutama mengingat posisi geografis Taiwan yang berdekatan dengan China dan jaraknya yang jauh dari AS. Menurutnya, kemampuan produksi chip dalam negeri menjadi faktor penting bagi kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional.

Kesepakatan investasi baru dengan Taiwan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan gagasan Washington untuk mengurangi konsentrasi produksi semikonduktor di satu kawasan saja.

3. Kesepakatan chip AS–Taiwan dinilai perkuat dimensi geopolitik

Selain berdampak pada sektor ekonomi, kesepakatan investasi semikonduktor antara AS dan Taiwan juga memiliki dimensi geopolitik yang signifikan. China, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, diperkirakan akan memandang kerja sama teknologi tinggi Washington–Taipei ini sebagai bentuk pendalaman hubungan strategis yang berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Beijing.

Lutnick menggambarkan paket investasi tersebut bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi juga langkah strategis bagi Taiwan untuk menjaga kedekatan dengan AS di bawah kepemimpinan Presiden Trump.

“Mereka perlu menjaga hubungan baik dengan presiden kami, karena presiden adalah kunci bagi perlindungan Taiwan,” ujar Lutnick, dilansir South China Morning Post.

Komitmen investasi ini tidak hanya mencakup sektor semikonduktor, tetapi juga melibatkan bidang energi dan akal imitasi sebagai bagian dari rencana membangun klaster industri teknologi tinggi di AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team