Kesepakatan dagang antara AS dan Taiwan ini sejalan dengan strategi pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong relokasi industri strategis ke wilayah Amerika. Pada 2025, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan, pemerintah menargetkan sekitar 40 persen kebutuhan chip nasional dapat diproduksi di dalam negeri sebelum masa jabatan Trump berakhir.
“Tujuan saya, sejalan dengan tujuan pemerintahan saat ini, yaitu untuk secara besar-besaran memulangkan kembali proses produksi chip. Kita harus memproduksi chip kita sendiri,” kata Lutnick, dilansir CNBC.
Lutnick menegaskan, ketergantungan berlebihan pada produksi chip di luar negeri menimbulkan risiko terhadap keamanan pasokan, terutama mengingat posisi geografis Taiwan yang berdekatan dengan China dan jaraknya yang jauh dari AS. Menurutnya, kemampuan produksi chip dalam negeri menjadi faktor penting bagi kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional.
Kesepakatan investasi baru dengan Taiwan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan gagasan Washington untuk mengurangi konsentrasi produksi semikonduktor di satu kawasan saja.