Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tarif Impor Taiwan Turun, AS Dorong Produksi Chip Masif di Dalam Negeri

Tarif Impor Taiwan Turun, AS Dorong Produksi Chip Masif di Dalam Negeri
ilustrasi bendera Taiwan
Intinya sih...
  • Washington menurunkan tarif impor Taiwan hingga 15 persen
  • Kesepakatan berdampak besar pada TSMC dan ekspansi fasilitas di Arizona
  • Perundingan panjang mengiringi posisi strategis Taiwan di industri global
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Amerika Serikat (AS) dan Taiwan merampungkan kesepakatan dagang yang memangkas tarif impor produk asal Taiwan hingga maksimal 15 persen serta membuka jalan pembiayaan ekspansi industri semikonduktor Taiwan di AS senilai setengah triliun dolar AS. Pengumuman resmi itu disampaikan pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (15/1/2026).

Seiring pengumuman tersebut, Washington juga mengonfirmasi penandatanganan perjanjian yang menekan tarif sembari mendorong masuknya investasi perusahaan semikonduktor dan teknologi Taiwan ke Amerika. Melalui skema ini, kapasitas produksi semikonduktor diharapkan berpindah dalam skala besar ke dalam negeri AS.

1. Washington menurunkan tarif impor Taiwan dan memperluas cakupan sektor

Tarif Impor Taiwan Turun, AS Dorong Produksi Chip Masif di Dalam Negeri
ilustrasi tarif (pexels.com/Markus Winkler)

Dalam kesepakatan itu, AS menyetujui pemangkasan tarif umum barang asal Taiwan menjadi 15 persen dari sebelumnya 20 persen yang diterapkan sebagai tarif timbal balik untuk menekan defisit dagang dan praktik yang dinilai tak adil. Tarif khusus untuk sektor tertentu, termasuk suku cadang otomotif, kayu gelondongan, kayu olahan, serta berbagai produk kayu dari Taiwan, juga dibatasi dengan plafon yang sama.

Di sisi investasi, perusahaan chip dan teknologi Taiwan berkomitmen menanamkan modal langsung sedikitnya 250 miliar dolar AS (sekitar Rp4.221 triliun) guna membangun dan memperluas fasilitas semikonduktor canggih serta akal imitasi (AI) di AS. Pemerintah Taiwan turut menyiapkan jaminan kredit minimal 250 miliar dolar AS untuk memperlancar arus investasi tambahan ke rantai pasok semikonduktor Amerika, dilansir dari CBS News.

2. Kesepakatan berdampak besar pada TSMC dan ekspansi fasilitas di Arizona

Tarif Impor Taiwan Turun, AS Dorong Produksi Chip Masif di Dalam Negeri
Sebuah fasilitas produksi milik TSMC yang terletak di Central Taiwan Science Park, Taichung. (Briáxis F. Mendes (孟必思), CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Departemen Perdagangan AS yang dipimpin Menteri Perdagangan Howard Lutnick tidak merinci nama perusahaan dalam pernyataan resminya. Namun, kesepakatan ini berimplikasi langsung pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip kontrak terbesar dunia yang memasok mikrochip untuk berbagai produk, mulai dari ponsel Apple hingga perangkat keras AI Nvidia.

Dalam wawancara dengan CNBC, Lutnick menyebut TSMC telah mengakuisisi lahan tambahan dan berpeluang memperluas fasilitas produksinya di Arizona sebagai bagian dari paket perjanjian tersebut.

“Mereka baru saja membeli ratusan hektare di sebelah properti mereka. Sekarang saya akan membiarkan mereka membahasnya dengan dewan direksi dan memberi mereka waktu,” kata Lutnick.

Menurut Lutnick, target utama kebijakan ini adalah memindahkan sekitar 40 persen rantai pasok dan produksi Taiwan ke wilayah AS. Ia menyampaikan, seluruh proses itu diarahkan agar Amerika memiliki kemandirian penuh dalam kapasitas manufaktur semikonduktor.

3. Perundingan panjang mengiringi posisi strategis Taiwan di industri global

Tarif Impor Taiwan Turun, AS Dorong Produksi Chip Masif di Dalam Negeri
ilustrasi kesepakatan kerjasama (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Perjanjian ini tercapai setelah perundingan intensif yang berlangsung berbulan-bulan. Presiden Taiwan Lai Ching-te sebelumnya telah menyatakan komitmen menambah investasi di AS dan meningkatkan anggaran pertahanan sebagai bagian dari upaya menurunkan bea masuk serta melindungi ekspor chip dari potensi tarif lebih tinggi.

Taiwan selama ini dikenal sebagai aktor dominan dalam industri semikonduktor yang menopang ekonomi global sekaligus pusat produksi berbagai perangkat elektronik. Negara tersebut memasok sebagian besar chip dunia, termasuk teknologi paling mutakhir, dengan TSMC menempati posisi teratas jauh di atas pesaingnya.

Dilansir dari The Guardian, pada 2024, surplus perdagangan barang Taiwan dengan AS tercatat sekitar 74 miliar dolar AS (setara Rp1.249 triliun). Lebih dari separuh ekspor ke Amerika berasal dari sektor teknologi informasi dan komunikasi, termasuk semikonduktor, yang dipandang krusial oleh pemerintahan Trump untuk mendorong inovasi sekaligus memperkuat daya saing menghadapi China.

Perusahaan Taiwan yang membangun fasilitas chip baru di AS juga dijanjikan perlakuan lebih istimewa terkait bea masuk semikonduktor ke depan. AS menegaskan tidak akan mengenakan tarif tambahan terhadap obat generik, komponen pesawat terbang, serta sejumlah bahan alam yang tidak tersedia di dalam negeri.

Pengumuman kesepakatan ini disampaikan menjelang Mahkamah Agung AS mengeluarkan putusan penting mengenai kewenangan presiden dalam memberlakukan tarif impor secara sepihak terhadap negara lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Business Hack: Membaca Red Flag Klien Sebelum Kerja Dimulai

16 Jan 2026, 08:08 WIBBusiness