China Selidiki Antidumping atas Impor Bahan Chip dari Jepang

- China buka investigasi terhadap indikasi dumping dichlorosilane dari Jepang.
- China tetapkan periode investigasi hingga 2027 untuk impor dichlorosilane dari Jepang.
- China soroti pentingnya dichlorosilane bagi industri chip sebagai bahan kimia utama dalam produksi berbagai jenis sirkuit terpadu.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Perdagangan China mengumumkan dimulainya penyelidikan antidumping terhadap impor bahan kimia dichlorosilane yang berasal dari Jepang pada Rabu (7/1/2026). Pengumuman resmi tersebut disampaikan melalui situs kementerian sebagai bagian dari upaya melindungi industri dalam negeri dari potensi praktik dagang tidak adil.
Dichlorosilane merupakan bahan kimia penting yang digunakan dalam proses produksi semikonduktor dan pembuatan chip. Pemerintah China menilai penyelidikan ini perlu dilakukan mengingat peran strategis bahan tersebut dalam rantai pasok industri teknologi tinggi.
1. China buka investigasi setelah temukan indikasi dumping dichlorosilane dari Jepang

Kementerian Perdagangan China memulai penyelidikan antidumping terhadap impor dichlorosilane dari Jepang setelah menerima permohonan resmi dari perusahaan China yang bergerak di sektor material elektronik dan mewakili industri domestik bahan kimia tersebut. Otoritas perdagangan China menilai permohonan itu sesuai dengan peraturan nasional serta ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan menyimpulkan bahwa bukti awal cukup kuat untuk membuka investigasi.
"Bukti pendahuluan yang diajukan pelapor menunjukkan bahwa dari 2022 hingga 2024, volume impor dichlorosilane dari Jepang menunjukkan tren naik secara keseluruhan, sementara harga mengalami penurunan kumulatif 31 persen," kata juru bicara Kementerian Perdagangan China, dilansir Bloomberg.
Tren tersebut menimbulkan dugaan bahwa Jepang menjual produk dengan harga di bawah nilai pasar. Berdasarkan evaluasi awal, praktik dumping tersebut diduga telah memberikan tekanan besar terhadap produsen dalam negeri China dan menyebabkan kerusakan nyata pada industri lokal yang memproduksi bahan kimia penting untuk pembuatan chip semikonduktor tersebut.
2. China tetapkan periode investigasi dumping impor dichlorosilane dari Jepang hingga 2027

Kementerian Perdagangan China menetapkan bahwa penyelidikan antidumping terhadap impor dichlorosilane asal Jepang akan mencakup periode 1 Juli 2024 hingga 30 Juni 2025. Selain itu, investigasi juga akan menilai dampak kerusakan terhadap industri dichlorosilane dalam negeri mulai dari 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2025.
Penyelidikan ini dijadwalkan selesai sebelum 7 Januari 2027, namun dapat diperpanjang hingga enam bulan jika diperlukan.
"Impor bahan kimia dari Jepang diduga telah menyebabkan gangguan terhadap produksi dan operasional industri lokal di China," tulis Kementerian Perdagangan China melalui situs resminya, dilansir South China Morning Post.
Pemerintah China memastikan proses investigasi akan dilakukan sesuai hukum yang berlaku, dengan menjamin perlindungan terhadap hak semua pihak yang terlibat. Hasil akhir penyelidikan akan ditetapkan berdasarkan temuan objektif dan bukti yang dikumpulkan selama proses berlangsung.
3. China soroti pentingnya dichlorosilane bagi industri chip

Dichlorosilane merupakan bahan kimia utama yang digunakan dalam proses deposisi lapisan tipis pada pembuatan chip semikonduktor. Zat ini berperan penting dalam produksi berbagai jenis sirkuit terpadu, termasuk chip logika dan chip memori yang menjadi komponen dasar perangkat elektronik modern.
Kementerian Perdagangan China dalam pernyataannya menjelaskan bahwa dichlorosilane digunakan dalam produksi berbagai jenis chip. Penyelidikan antidumping terhadap impor dari Jepang juga menyoroti kerentanan rantai pasok semikonduktor China terhadap praktik perdagangan yang dianggap tidak adil dan berpotensi merugikan industri strategis nasional tersebut.



















