Jakarta, IDN Times - Badai musim dingin yang melanda wilayah Timur Laut Amerika Serikat (AS) pada Senin (23/2/2026), telah memicu kelumpuhan total pada sistem transportasi udara nasional secara masif. Peristiwa alam ekstrem ini mengakibatkan ribuan jadwal penerbangan terpaksa dihentikan sementara guna menghindari risiko keselamatan bagi jutaan penumpang di tengah cuaca buruk. Kondisi ini membuat aktivitas di berbagai bandara utama terhenti sepenuhnya hingga situasi dinyatakan aman untuk penerbangan.
Pada Selasa (24/2/2026), sejumlah maskapai penerbangan mulai merencanakan penambahan jadwal untuk mengurai tumpukan penumpang, meskipun operasional di lapangan masih menghadapi tantangan pemulihan yang signifikan. Upaya normalisasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor cuaca yang masih fluktuatif di beberapa titik.
