Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Badai Salju Melanda Paris, Maskapai Diminta Pangkas Jadwal Penerbangan

Ilustrasi bandara (freepik.com/prostooleh)
Ilustrasi bandara (freepik.com/prostooleh)
Intinya sih...
  • Cuaca ekstrem sebabkan kapasitas penerbangan di bandara dikurangi.
  • Badai salju picu ribuan penundaan penerbangan di Eropa.
  • Hak penumpang dan kebijakan maskapai akibat cuaca buruk.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Otoritas penerbangan sipil Prancis secara resmi menginstruksikan seluruh maskapai untuk melakukan pembatasan jadwal penerbangan secara signifikan di bandara-bandara utama Paris, pada Minggu (15/2/2026). Langkah preventif ini diambil menyusul adanya peringatan dini dari biro meteorologi mengenai ancaman hujan salju lebat, serta kondisi pembekuan permukaan yang diprediksi akan menyelimuti wilayah ibu kota dan sekitarnya.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGAC) merilis pengumuman darurat tersebut pada Sabtu (14/2/2026), guna memberikan waktu bagi operator bandara dan perusahaan penerbangan dalam menyusun ulang jadwal operasional demi menjamin keselamatan publik. Meskipun instruksi ini menyebabkan gangguan perjalanan bagi ribuan calon penumpang, kebijakan tersebut dipandang sangat krusial untuk mencegah terjadinya kemacetan total di landasan pacu.

1. Cuaca ekstrem sebabkan kapasitas penerbangan di bandara dikurangi

ilustrasi badai salju (pexels.com/Ilya)
ilustrasi badai salju (pexels.com/Ilya)

DGAC resmi mewajibkan pengurangan kapasitas operasional sebesar 30 persen di Bandara Charles de Gaulle (CDG) dan 20 persen di Bandara Orly (ORY), pada Minggu (15/2/2026). Kebijakan ini diberlakukan mulai pagi hari untuk mengantisipasi prakiraan akumulasi salju setinggi 1 hingga 5 sentimeter yang berpotensi melumpuhkan aktivitas bandara. Melalui penerbitan instruksi darurat, pemerintah berupaya menyeimbangkan jumlah pergerakan pesawat dengan kapasitas tim layanan darat dalam membersihkan salju dan es agar tidak terjadi antrean yang membahayakan keselamatan lalu lintas udara.

Dalam pelaksanaannya, maskapai diinstruksikan untuk tetap memprioritaskan penerbangan jarak jauh, sedangkan rute domestik dan jarak pendek diminta untuk dibatalkan atau digabungkan. Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, menegaskan bahwa langkah ini sangat diperlukan demi menjaga keamanan publik di tengah kondisi cuaca buruk.

"Saya berharap situasi akan kembali normal sore ini setelah puncak cuaca dingin terlewati, namun untuk saat ini keselamatan operasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah," kata Tabarot, dilansir Economic Times.

Saat ini, pengelola bandara juga telah memastikan ketersediaan cairan pembersih es dan personel tambahan agar operasional penerbangan yang tersisa tetap berjalan sesuai jadwal yang telah direvisi.

2. Badai salju picu ribuan penundaan penerbangan di Eropa

ilustrasi badai salju (pixabay.com/Hans)
ilustrasi badai salju (pixabay.com/Hans)

Cuaca ekstrem yang melanda Paris menciptakan tantangan logistik yang berat bagi tim operasional bandara. Setiap pesawat yang akan berangkat wajib menjalani prosedur pembersihan es atau de-icing selama 20 hingga 40 menit guna menjamin keamanan teknis pesawat. Proses ini memicu keterlambatan jadwal secara beruntun, sehingga pengurangan jumlah penerbangan di landasan pacu menjadi langkah utama untuk menghindari kepadatan total di terminal keberangkatan. Masalah ini diperparah oleh suhu sangat rendah yang menghambat kinerja staf serta memaksa pemeriksaan paspor dialihkan ke jalur manual yang lebih lambat.

Situasi darurat tersebut semakin sulit akibat terjangan angin kencang dari Atlantik yang mengakibatkan lebih dari 1.300 penundaan penerbangan di seluruh Eropa, dengan Paris dan Amsterdam sebagai titik terdampak paling parah. Juru bicara otoritas bandara, Stefan Donker, menyampaikan bahwa tumpukan salju yang sangat cepat membuat armada pembersih bekerja ekstra keras melampaui kapasitas normalnya.

"Ini adalah situasi luar biasa yang menuntut kesabaran dari semua pihak, dan kami telah mengimbau seluruh penumpang untuk tetap berada di rumah atau mencari akomodasi alternatif karena terminal saat ini telah mencapai batas kapasitas maksimalnya," ujar Stefan Donker, dilansir VisaHQ.

Saat ini, beberapa jalur taksi bandara terpaksa ditutup sementara demi menjamin keselamatan navigasi pilot di tengah jarak pandang yang sangat terbatas.

3. Hak penumpang dan kebijakan maskapai akibat cuaca buruk

ilustrasi bandara
ilustrasi bandara (pexels.com/Josh Sorenson)

Berdasarkan Regulasi Uni Eropa 261/2004, ribuan penumpang yang terdampak pembatalan jadwal berhak memilih antara pengembalian dana penuh atau penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan. Meskipun maskapai tidak wajib memberikan kompensasi tunai karena cuaca ekstrem dianggap sebagai keadaan luar biasa, mereka tetap harus menyediakan bantuan dasar seperti makanan, minuman, dan akomodasi. Maskapai besar seperti Air France dan KLM telah memberikan fleksibilitas penuh bagi penumpang untuk mengubah jadwal perjalanan mereka paling lambat hingga Rabu (18/2/2026) agar tetap masuk dalam skema bebas biaya.

Sebagai solusi alternatif, otoritas menyarankan penggunaan kereta cepat seperti TGV dan Eurostar, meskipun moda transportasi ini juga berpotensi mengalami pembatasan kecepatan akibat tumpukan salju. Juru bicara maskapai KLM, Anoesjka Aspeslagh, menjelaskan bahwa pihaknya tengah bekerja keras untuk memulihkan jadwal operasional yang terganggu akibat fenomena alam ini.

"Kami belum pernah mengalami kondisi cuaca ekstrem seperti ini selama bertahun-tahun, dan saat ini kami sedang berupaya sekuat tenaga untuk membantu setiap penumpang kembali ke tujuan mereka secepat mungkin melalui koordinasi lintas armada," ujar Aspeslagh, dilansir The Straits Times.

Penumpang sangat disarankan untuk selalu memantau status perjalanan melalui aplikasi resmi guna menghindari penumpukan massa di terminal bandara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Anggota DPR: Pengiriman TNI ke Gaza di Bawah BoP Berisiko Tinggi

16 Feb 2026, 19:29 WIBNews