Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menyebut Iran telah kehilangan pendapatan dari sektor minyak sebesar 4,8 miliar dolar AS atau Rp82,3 triliun imbas blokade pelabuhan yang mereka lakukan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat di Kementerian Pertahanan AS kepada Axios pada Sabtu (02/5/2026).
Menurut pejabat tersebut, blokade ini membuat Iran tidak bisa mengekspor minyak ke luar negeri. Imbasnya, cadangan minyak mereka yang berlimpah jadi tertimbun di dalam negeri dan tidak bisa dijual. Padahal, minyak-minyak tersebut sangat dibutuhkan oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.
