Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Ogah Setop Blokade Kapal Iran Sampai Ada Kesepakatan Nuklir

Trump Ogah Setop Blokade Kapal Iran Sampai Ada Kesepakatan Nuklir
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
5W1H
  • Donald Trump menegaskan blokade kapal Iran di Selat Hormuz akan terus berlanjut sampai Teheran setuju menghentikan program senjata nuklirnya.
  • Iran tetap menolak menghentikan program nuklir meski hal itu menjadi syarat utama perdamaian dengan Amerika Serikat, membuat negosiasi sebelumnya gagal total.
  • Meski Iran meminta pembukaan kembali Selat Hormuz karena ekonomi mereka terpuruk, Trump memerintahkan perpanjangan blokade tanpa batas waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan dirinya tidak akan menghentikan blokade terhadap kapal milik Iran yang berlayar di Selat Hormuz sampai mereka setuju untuk menghentikan program senjata nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada media Israel, Axios, pada Rabu (29/4/2026).

"Mereka (Iran) tercekik seperti babi yang dijejali dan keadaan akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir. Mereka ingin berdamai. Mereka tidak ingin saya mempertahankan blokade. Namun, saya tidak ingin (mencabut blokade) karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," kata Trump.

1. Iran tetap ogah menghentikan program senjata nuklirnya

Bendera Iran dengan warna hijau, putih, dan merah bergelombang, menampilkan lambang nasional berwarna merah di bagian tengah.
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Sebagai informasi, penghentian program senjata nuklir ini menjadi salah satu syarat perdamaian yang diberikan AS ke Iran. Jadi, jika ingin berdamai dengan AS, Iran harus menuruti perintah mereka untuk menyetop program senjata nuklirnya. Namun, Iran tetap enggan menghentikan program tersebut. Sikap Iran ini membuat negosiasi perdamaian tahap pertama antara AS dan Iran di Pakistan pada 11 April lalu sempat gagal total. 

“Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir. Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat dan itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini,” kata Wakil Presiden AS, JD Vance, usai bertemu dengan delegasi Iran di Pakistan, seperti dilansir Times of Israel

2. Trump mengklaim Iran minta AS menghentikan blokade Selat Hormuz

Peta topografi Selat Hormuz yang menunjukkan wilayah perairan antara Iran dan Semenanjung Arab dengan detail garis pantai dan batas negara.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/OpenStreetMap)

Sebelumnya, Trump menyebut Iran telah memintanya untuk segera menghentikan blokade di Selat Hormuz. Sebab, Trump mengatakan, kondisi ekonomi Iran kini sedang kolaps karena tidak bisa melakukan aktivitas perdagangan internasional imbas blokade tersebut. Oleh karena itu, ia menyebut Iran ingin Selat Hormuz kembali dibuka agar aktivitas perdagangan kembali normal sehingga ekonomi bisa kembali pulih. 

“Iran baru saja memberi tahu kita bahwa mereka berada dalam keadaan yang sangat buruk. Mereka ingin kita membuka Selat Hormuz sesegera mungkin. Sementara itu, mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Selasa (28/4/2026).

3. Trump ogah menuruti permintaan Iran

Donald Trump sedang berada di Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Gedung Putih, Washington D.C. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Namun, Trump enggan menuruti permintaan dari Iran. Sebab, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) yang dirilis pada Selasa (28/4/2026), Trump dikabarkan akan memperpanjang blokade Selat Hormuz sampai waktu yang belum ditentukan. 

Menurut laporan WSJ, Trump saat ini sudah menginstruksikan para jajarannya menyiapkan operasi untuk memperpanjang blokade Selat Hormuz. Angkatan laut AS dikabarkan juga sudah siap untuk mengeksekusi operasi tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More