Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ASEAN Perkuat Stabilitas Keuangan, Ini 3 Fokus Utama
ASEAN memperkuat kerja sama keuangan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. (Dok/Istimewa).
  • Negara-negara ASEAN sepakat memperkuat kerja sama keuangan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan di tengah tekanan global melalui forum AFMGM ke-13 di bawah Keketuaan Filipina 2026.
  • Tiga prioritas utama disepakati: penguatan pasar modal berkelanjutan, percepatan konektivitas pembayaran regional, serta peningkatan kesehatan finansial masyarakat guna mendukung ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
  • ASEAN menegaskan pentingnya integrasi keuangan, koordinasi kebijakan, serta transformasi digital untuk memperkuat ketahanan kawasan menghadapi risiko global dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama sektor keuangan untuk menjaga stabilitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan di tengah tekanan global. Ketegangan geopolitik, volatilitas arus modal, hingga tantangan perubahan iklim menjadi faktor yang mendorong konsolidasi kebijakan di tingkat regional.

Isu tersebut mengemuka dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN atau ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting ke-13 yang digelar pada 10 April 2026. Pertemuan ini dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, yang mewakili Gubernur Bank Indonesia.

“Keberhasilan Project Revive sangat bergantung pada komitmen seluruh anggota ASEAN, termasuk memastikan bahwa kerangka kerja sama yang baru mampu menjadi wadah efektif untuk membahas isu strategis, seperti ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan, dan risiko kawasan," ujar Filianingsih.

1. Tiga prioritas utama untuk dorong ekonomi berkelanjutan

Logo Bank Indonesia

Dalam pertemuan AFMGM, para pemangku kebijakan menegaskan kesiapan mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Filianingsih menjelaskan, terdapat tiga fokus utama atau Priority Economic Deliverables (PEDs) yang disepakati dalam jalur keuangan dan bank sentral di bawah Keketuaan Filipina 2026, yakni penguatan pasar modal berkelanjutan, percepatan konektivitas sistem pembayaran regional, serta penguatan kesehatan finansial masyarakat.

“Pertemuan ini juga menyepakati tiga Priority Economic Deliverables (PEDs) pada jalur keuangan dan bank sentral di bawah Keketuaan Filipina tahun 2026, yaitu penguatan pasar modal yang berkelanjutan, percepatan konektivitas pembayaran regional, serta penguatan financial health sebagai dimensi baru inklusi keuangan. Inisiatif ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, memperluas akses keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Filianingsih.

Sebagai pijakan jangka panjang, ASEAN juga menyusun Finance Sectoral Plan 2026–2030 menuju ASEAN Community Vision 2045, serta mendorong implementasi Project Revive guna memperkuat tata kelola kerja sama sektor keuangan.

2. Integrasi keuangan menguat, dari perbankan hingga transaksi mata uang lokal

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta saat mencoba QRIS Tap di Mall Lippo Nusantara . (IDN Times/Triyan).

ASEAN mencatat sejumlah capaian penting dalam integrasi keuangan kawasan. Di antaranya penyempurnaan ASEAN Banking Integration Framework Guidelines 2.0, penguatan Capital Account Liberalisation (CAL), serta perluasan implementasi Local Currency Transaction (LCT).

Selain itu, kawasan juga menyepakati pembaruan ASEAN Swap Arrangement sebagai bagian dari penguatan jaring pengaman keuangan regional. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan eksternal sekaligus menjaga kecukupan cadangan devisa negara anggota.

Di sektor sistem pembayaran, konektivitas lintas negara terus diperluas untuk mendorong inklusi keuangan. Pada saat yang sama, negara-negara ASEAN juga meningkatkan pengamanan sistem guna mengantisipasi risiko penipuan digital.

Dalam agenda pembiayaan berkelanjutan, ASEAN mendorong mobilisasi dana publik dan swasta, memperluas akses pembiayaan iklim, serta meningkatkan kapasitas negara anggota dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Pertemuan AFMGM ke-13 dipimpin Menteri Keuangan Filipina, Frederick D. Go, dan Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas, Eli M. Remolona Jr., serta dihadiri 11 negara anggota ASEAN.

3. Perkuat ketahanan kawasan hadapi risiko global

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Selain capaian teknis, forum ini juga menyoroti pentingnya memperkuat integrasi dan ketahanan kawasan di tengah ketidakpastian global.

Para pemimpin keuangan ASEAN menegaskan perlunya penguatan koordinasi kebijakan, peningkatan kerja sama lintas negara, serta percepatan transformasi digital di sektor keuangan.

Isu perubahan iklim juga menjadi perhatian utama, terutama terkait pengelolaan risiko dan pembiayaan transisi ekonomi. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas jangka panjang sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Langkah-langkah strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi ASEAN, meningkatkan daya tahan terhadap guncangan eksternal, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh negara anggota.

Editorial Team