Dana total sebesar 10 miliar dolar Australia (Rp125,87 triliu) tersebut dibagi ke dalam beberapa bagian utama. Sebesar 3,2 miliar dolar Australia (Rp40,27 triliun) disiapkan untuk membuat Australian Fuel Security Reserve, yaitu cadangan tetap sebanyak satu miliar liter yang khusus ditujukan untuk solar dan bahan bakar pesawat terbang.
Dana sebesar 7,5 miliar dolar Australia (Rp94,4 triliun) dipakai untuk Fasilitas Keamanan Bahan Bakar dan Pupuk demi membantu pasokan dan penyimpanan. Bantuan ini disalurkan dalam bentuk pinjaman, modal, jaminan, dan bantuan harga. Pemerintah juga akan menaikkan batas simpanan wajib bagi importir dan tempat pengolahan minyak, dari 30 hari menjadi sekitar 40 hari dengan biaya 34 juta dolar Australia (Rp427,96 miliar).
"Cadangan bahan bakar ini akan mengisi kekurangan di berbagai daerah dan menjaga pasokan untuk kebutuhan utama jika masalah pasokan terjadi lagi," kata Albanese.
Untuk rencana jangka panjang, pemerintah menyiapkan 10 juta dolar Australia (Rp125,87 miliar) guna meneliti kemungkinan menambah kemampuan pengolahan minyak di dalam negeri. Saat ini, Australia hanya memiliki dua tempat pengolahan minyak yang beroperasi, yaitu di Geelong dan Lytton, sehingga perluasan ini dinilai penting.