Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Atasi Kekurangan Pasokan, Australia Siapkan 1 Miliar Liter Cadangan BBM
Ilustrasi minyak bumi (freepik.com/freepik)
  • Pemerintah Australia menyiapkan cadangan nasional satu miliar liter BBM senilai 10 miliar dolar Australia untuk mengamankan pasokan energi dari gangguan akibat konflik di Timur Tengah.
  • Dana tersebut dialokasikan untuk membentuk Australian Fuel Security Reserve, fasilitas keamanan bahan bakar dan pupuk, serta penelitian peningkatan kapasitas pengolahan minyak domestik.
  • Rencana ini mendapat dukungan luas karena dianggap penting bagi keamanan energi nasional, meski sebagian pengamat menilai pemerintah sebaiknya tidak terlalu terlibat langsung dalam pasar bahan bakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengumumkan rencana untuk membuat cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional sebanyak satu miliar liter pada Rabu (6/5/2026). Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan energi Australia dari hambatan pasokan yang disebabkan oleh masalah di wilayah Timur Tengah.

Pemerintah Australia menyiapkan dana sebesar 10 miliar dolar Australia (Rp125,87 triliun) untuk program keamanan bahan bakar ini. Cadangan tetap milik pemerintah tersebut akan diutamakan untuk menyimpan pasokan solar dan bahan bakar pesawat (avtur).

1. Alasan Australia membuat cadangan BBM sendiri

Saat ini, Australia mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan bahan bakarnya. Australia juga hanya memiliki cadangan pasokan untuk 30 hari yang dikelola penuh oleh perusahaan swasta. Masalah di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan hambatan pengiriman dan kekurangan bahan bakar di tingkat lokal.

Anthony Albanese mengatakan, Australia sampai saat ini masih bisa menghindari efek dari masalah pasokan energi dunia. Namun, ia mengingatkan risiko kekurangan pasokan akan membesar jika masalah tersebut terus terjadi.

"Makin lama masalah ini berlanjut, makin besar pula efeknya pada pasokan bahan bakar kita," kata Albanese, dilansir Daily Mail.

Program keamanan bahan bakar ini merupakan perubahan dasar dalam aturan energi di Australia. Sebelumnya, Australia adalah salah satu dari sedikit negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) yang tidak punya cadangan BBM milik pemerintah sendiri.

"Kita sekarang akan punya cadangan bahan bakar pemerintah sekitar satu miliar liter, sebagai tambahan dari stok paling sedikit yang harus disimpan swasta. Ini adalah langkah baru bagi negara kita," kata Menteri Energi Australia, Chris Bowen, dilansir The Better Cambodia.

2. Pembagian dana dan pelaksanaan program cadangan BBM

Dana total sebesar 10 miliar dolar Australia (Rp125,87 triliu) tersebut dibagi ke dalam beberapa bagian utama. Sebesar 3,2 miliar dolar Australia (Rp40,27 triliun) disiapkan untuk membuat Australian Fuel Security Reserve, yaitu cadangan tetap sebanyak satu miliar liter yang khusus ditujukan untuk solar dan bahan bakar pesawat terbang.

Dana sebesar 7,5 miliar dolar Australia (Rp94,4 triliun) dipakai untuk Fasilitas Keamanan Bahan Bakar dan Pupuk demi membantu pasokan dan penyimpanan. Bantuan ini disalurkan dalam bentuk pinjaman, modal, jaminan, dan bantuan harga. Pemerintah juga akan menaikkan batas simpanan wajib bagi importir dan tempat pengolahan minyak, dari 30 hari menjadi sekitar 40 hari dengan biaya 34 juta dolar Australia (Rp427,96 miliar).

"Cadangan bahan bakar ini akan mengisi kekurangan di berbagai daerah dan menjaga pasokan untuk kebutuhan utama jika masalah pasokan terjadi lagi," kata Albanese.

Untuk rencana jangka panjang, pemerintah menyiapkan 10 juta dolar Australia (Rp125,87 miliar) guna meneliti kemungkinan menambah kemampuan pengolahan minyak di dalam negeri. Saat ini, Australia hanya memiliki dua tempat pengolahan minyak yang beroperasi, yaitu di Geelong dan Lytton, sehingga perluasan ini dinilai penting.

3. Tanggapan baik dari berbagai pihak

Rencana ini mendapat tanggapan baik dari berbagai pihak. Juru bicara National Roads and Motorists’ Association (NRMA), Peter Khoury, menilai wajar jika pemerintah ikut campur langsung dalam urusan penyimpanan BBM karena ini berkaitan dengan keamanan negara.

"Karena masalah ini sangat penting untuk keamanan negara, langkah pemerintah ini sudah tepat," kata Khoury.

Namun, beberapa pengamat ragu apakah program cadangan milik pemerintah ini akan berjalan dengan baik. Peneliti senior program energi Grattan Institute, Tony Wood, menilai lebih baik pemerintah cukup menaikkan batas wajib simpan bagi perusahaan swasta.

"Pemerintah seharusnya tidak ikut menjadi pelaku pasar," kata Wood.

Meskipun begitu, pemerintah yakin paket bantuan ini akan menjaga keamanan energi Australia ke depan.

"Langkah ini bertujuan agar warga Australia bisa yakin bahwa kita menjaga keamanan energi negara, tidak hanya saat ada masalah sekarang, tetapi juga di masa depan," kata Albanese.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team