Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Microsoft Perkuat Keamanan Siber dan AI Australia Lewat Investasi Rp308 Triliun

Microsoft Perkuat Keamanan Siber dan AI Australia Lewat Investasi Rp308 Triliun
Ilustrasi Microsoft (unsplash.com/BoliviaInteligente)
Intinya Sih
  • Microsoft menginvestasikan Rp308,59 triliun di Australia hingga 2029 untuk memperkuat infrastruktur cloud dan AI, termasuk peningkatan kapasitas superkomputer Azure AI lebih dari 140 persen.
  • Kerja sama keamanan siber diperluas lewat program Microsoft-ASD Cyber Shield bersama pemerintah Australia guna melindungi sistem digital nasional dan data publik dari ancaman siber.
  • Microsoft menargetkan pelatihan keterampilan AI bagi tiga juta warga Australia hingga 2028 melalui kolaborasi dengan universitas, perusahaan besar, dan serikat pekerja agar siap menghadapi ekonomi berbasis teknologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Microsoft resmi mengumumkan rencana investasi senilai 25 miliar dolar Australia (Rp308,59 triliun) pada Kamis (23/4/2026). Dana ini akan dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur komputasi awan (cloud) dan akal imitasi (AI) di seluruh negara bagian Australia.

Rencana investasi yang ditargetkan rampung pada akhir 2029 ini berfokus pada tiga sektor utama. Ketiga sektor tersebut meliputi perluasan infrastruktur superkomputer Azure AI, penguatan keamanan siber yang berkolaborasi dengan pemerintah, serta program pelatihan keterampilan digital bagi warga Australia untuk mendorong adopsi teknologi di berbagai sektor industri.

Table of Content

1. Penambahan pusat data dan komputer untuk AI

1. Penambahan pusat data dan komputer untuk AI

Microsoft Perkuat Keamanan Siber dan AI Australia Lewat Investasi Rp308 T
Satya Nadella, CEO Microsoft (commons.wikimedia.com/Brian Smale and Microsoft)

Microsoft berencana meningkatkan jumlah pusat data dan kapasitas superkomputer Azure AI di Australia hingga lebih dari 140 persen pada akhir dekade ini. Nilai investasi Rp308,59 triliun ini melanjutkan komitmen pendanaan sebelumnya sebesar 5 miliar dolar Australia (Rp61,75 triliun) pada 2023. Dana tersebut sebelumnya digunakan untuk mengelola 29 lokasi pusat data di Sydney, Melbourne, dan Canberra.

Peningkatan fasilitas infrastruktur ini bertujuan memberikan daya komputasi bagi perusahaan lokal untuk membangun dan menerapkan aplikasi AI dengan kecepatan dan keamanan data yang lebih terjamin.

"Australia punya peluang bagus untuk memanfaatkan kecerdasan buatan demi pertumbuhan ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kami memberikan nilai investasi tertinggi di sini," kata Chairman dan CEO Microsoft, Satya Nadella, dilansir Channel News Asia.

Ekspansi ini menggunakan prosesor AI dan unit pemrosesan grafis (GPU) model terbaru untuk menangani kebutuhan komputasi tingkat tinggi bagi pelanggan komersial maupun layanan publik. Microsoft juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Australia untuk memastikan operasional pusat data ini sesuai standar keberlanjutan. Standar tersebut mencakup penggunaan 100 persen energi bersih dan pengelolaan air yang tepat.

2. Kerja sama keamanan siber dengan pemerintah

Microsoft Perkuat Keamanan Siber dan AI Australia Lewat Investasi Rp308 T
Microsoft, raksasa teknologi yang mengembangkan kecerdasan buatan (AI) (unsplash.com/Simon Ray)

Dalam investasi ini, Microsoft juga memperluas kemitraan keamanan siber dengan pemerintah Australia melalui inisiatif Microsoft-ASD Cyber Shield (MACS). Kerja sama ini melibatkan pertukaran informasi ancaman siber secara langsung dengan Australian Signals Directorate (ASD) dan Departemen Dalam Negeri untuk menjaga ketahanan sistem digital nasional dari serangan siber.

Program Cyber Shield ini bertujuan untuk memperluas perlindungan ke lebih banyak lembaga pemerintah dan kementerian demi menjaga keamanan data publik.

"Rencana AI Nasional ini bertujuan untuk mengambil peluang ekonomi dari teknologi baru ini, sekaligus melindungi warga dari berbagai risiko siber," kata Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dilansir Melbourne Insider.

Hingga saat ini, kolaborasi Microsoft dan otoritas Australia telah mengamankan lebih dari 38 ribu akun pemerintahan federal dan menemukan 35 celah keamanan baru. 

3. Pelatihan AI untuk warga Australia

Microsoft Perkuat Keamanan Siber dan AI Australia Lewat Investasi Rp308 T
Di zaman kecerdasan buatan, aktivitas menulis menjadi semakin praktis (www.unplash.com)

Fokus ketiga dari investasi ini adalah program pelatihan keterampilan kecerdasan buatan untuk tiga juta orang yang ditargetkan selesai pada akhir 2028. Program ini menyasar siswa sekolah, pekerja profesional, hingga kelompok masyarakat tertentu agar mereka dapat ikut berpartisipasi dalam sektor ekonomi berbasis AI.

Microsoft bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan, seperti TAFE NSW, Victoria University, dan Macquarie University, untuk memberikan akses gratis ke kurikulum pelatihan AI.

"Australia tidak sekadar butuh orang yang bisa memakai alat AI, tetapi juga kemampuan untuk menerapkannya di dunia kerja, menggunakannya secara aman, dan tahu kapan AI tidak perlu digunakan," kata Presiden Microsoft Australia dan Selandia Baru, Jane Livesey.

Bagi tenaga kerja, Microsoft bermitra dengan beberapa perusahaan, seperti Telstra, Wesfarmers, dan Westpac, untuk memberikan pelatihan AI kepada karyawan mereka. Kolaborasi dengan Dewan Serikat Buruh Australia (ACTU) juga dijalankan guna memastikan pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan praktis bagi para pekerja lapangan dan industri.

Dengan target tiga juta orang, Microsoft berupaya menjadikan keahlian menggunakan AI sebagai kemampuan dasar yang umum di masyarakat. Target ini meningkatkan sasaran program pelatihan sebelumnya, sejalan dengan tingginya minat masyarakat Australia untuk mempelajari teknologi digital.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More