China saat ini tengah menyiapkan berbagai kebijakan ekonomi untuk memastikan masyarakat tetap memiliki pekerjaan di tengah meningkatnya penggunaan mesin otomatis di dunia. Fokus utama dari langkah ini adalah menciptakan lingkungan usaha yang mendukung pembukaan lapangan kerja.
Pemerintah akan memberikan bantuan atau insentif kepada perusahaan-perusahaan yang mampu mempertahankan karyawannya, serta mendorong perusahaan untuk memperluas usaha di sektor-sektor penting yang menguntungkan ekonomi dalam negeri.
Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial China, Wang Xiaoping menjelaskan, tantangan di dunia kerja sebenarnya sudah cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kondisi pasar kerja dinilai tetap stabil karena adanya dukungan kebijakan pemerintah dan kerja keras masyarakat.
"Bangsa ini telah mengalami tantangan ketenagakerjaan yang lebih besar selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), tetapi tetap menjaga pasar kerja stabil berkat serangkaian kebijakan pemerintah untuk menstabilkan ekonomi, rantai industri bangsa yang kuat, dan upaya masyarakat," kata Xiaoping, dilansir Global Times.
Pemerintah China merasa yakin dapat menjaga angka pengangguran di wilayah perkotaan agar tetap rendah, yaitu di kisaran 5,5 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan terus memantau perkembangan tren pekerjaan, menyesuaikan jaminan sosial, serta mengatur upah minimum agar adil bagi seluruh pekerja, termasuk para pekerja migran.
"Prospek pembangunan berkualitas tinggi sangat luas, dengan keunggulan institusional yang kuat, kami memiliki keyakinan dan kemampuan untuk menjaga lapangan kerja secara keseluruhan tetap stabil dan situasinya terus membaik," ujar Xiaoping.