Pemerintah Australia dan Kanada secara resmi menyepakati kerja sama mendalam untuk mengamankan rantai pasok mineral kritis. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian situasi politik dan ekonomi dunia saat ini.
Dalam pertemuan di Canberra, kedua negara menandatangani perjanjian yang mencakup penggabungan teknis dan pendanaan untuk memperkuat kemandirian energi serta industri pertahanan. Salah satu poin pentingnya adalah bergabungnya Australia ke dalam Aliansi Produksi Mineral Kritis yang digagas oleh Kanada. Kerja sama ini bertujuan agar pasar tidak hanya bergantung pada satu wilayah tertentu saja, terutama dalam pengolahan mineral untuk teknologi masa depan.
Sinergi ini dinilai sangat penting karena Australia dan Kanada menguasai sebagian besar cadangan mineral strategis di dunia. Australia sendiri telah menyiapkan dana khusus untuk membangun cadangan mineral penting, seperti antimon dan galium, guna menjaga stabilitas industri nasional.
Kerja sama ini juga akan menghubungkan dana investasi mineral Kanada dengan cadangan strategis Australia untuk membiayai berbagai proyek pertambangan skala besar. Melalui kolaborasi ini, kedua negara berharap dapat menciptakan standar produksi yang tinggi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Aliansi ini juga berdampak besar pada pasokan bahan mentah global untuk pembuatan baterai kendaraan listrik dan semikonduktor. Gabungan kekuatan produksi kedua negara memberikan posisi tawar yang kuat dalam menentukan arah kebijakan energi bersih internasional.
Selain mineral, kedua negara juga membentuk Kemitraan Energi Bersih Australia-Kanada untuk mempercepat peralihan menuju emisi nol bersih. Kemitraan ini akan fokus pada pengembangan teknologi energi terbarukan dan pembangunan jaringan listrik yang kuat terhadap gangguan pasar luar negeri.
Dalam pidatonya di hadapan anggota parlemen, Perdana Menteri Mark Carney menekankan nilai penting dari kesepakatan ini bagi keamanan negara. Australia dan Kanada berkomitmen untuk saling mendukung dalam menjaga kelancaran pasokan global dari tekanan ekonomi pihak tertentu.
"Tadi pagi, kita telah menandatangani serangkaian perjanjian baru mengenai mineral kritis, termasuk bergabungnya Australia ke dalam aliansi mineral G7," kata Carney, dilansir Business Times.
Selain masalah tambang, perjanjian ini juga mencakup program pertukaran ahli pertambangan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Program ini dibuat untuk mengatasi kekurangan pekerja ahli yang sangat dibutuhkan dalam mengoperasikan teknologi tambang digital yang canggih.
Menteri Energi dan Pertambangan Kanada, Tim Hodgson menjelaskan, membentuk aliansi produksi jauh lebih efektif daripada hanya membatasi harga terendah di pasar. Ke depannya, kedua negara akan mengadakan pertemuan rutin setiap tahun untuk memantau kemajuan pemetaan mineral dan pengolahan di dalam negeri agar tetap berjalan sesuai rencana.