India Bebaskan Bea Impor Alat Pengolahan Mineral Kritis

- India membebaskan bea impor peralatan pengolahan mineral kritis
- Pemerintah siapkan koridor rare earth di empat negara bagian kaya mineral
- Strategi India menekan ketergantungan pada rantai pasok China
Jakarta, IDN Times - Pemerintah India mengumumkan pembebasan bea masuk dasar untuk impor barang modal yang diperlukan dalam pengolahan mineral kritis di dalam negeri.
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) India, Nirmala Sitharaman, dalam pidato Anggaran 2026–2027, bersamaan dengan rencana pembentukan koridor rare earth di sejumlah negara bagian kaya mineral.
1. India bebaskan bea impor peralatan pengolahan mineral kritis
Dalam pidato anggaran, Sitharaman menyatakan, pemerintah akan membebaskan bea masuk dasar untuk impor barang modal yang dibutuhkan guna memproses mineral kritis di India. Kebijakan ini menurunkan biaya investasi awal bagi industri pemrosesan, mulai dari pembangunan fasilitas pemurnian hingga pengolahan lanjutan, yang menjadi bagian penting dari rantai pasok mineral strategis.
Dalam lampiran pidato, pemerintah juga mencantumkan penurunan bea masuk dasar untuk monazite dari 2,5 persen menjadi nol, dengan efektivitas perubahan tarif pada Senin (2/2/2026).
2. Pemerintah siapkan koridor rare earth di empat negara bagian kaya mineral
Pemerintah India juga menargetkan pembentukan koridor rare earth khusus di Odisha, Kerala, Andhra Pradesh, dan Tamil Nadu untuk mendorong penambangan, pemrosesan, riset, serta manufaktur.
“Kami mengusulkan dukungan bagi negara bagian kaya mineral untuk membentuk koridor rare earth khusus," ujar Sitharaman, dilansir Bloomberg.
Sitharaman juga menyinggung, pemerintah telah meluncurkan skema terkait magnet rare earth permanen pada November 2025.
3. Strategi India menekan ketergantungan pada rantai pasok China
Paket insentif ini berkaitan langsung dengan upaya India mengurangi ketergantungan pada China dalam rantai pasok rare earth. India ingin menghapus pajak untuk impor peralatan pemrosesan mineral kritis dan mendorong produksi magnet rare earth secara lokal, sebagai langkah untuk meminimalkan ketergantungan pada China.
Pemerintah India sendiri menekankan,, dinamika global membuat akses terhadap sumber daya dan rantai pasok makin rentan, sementara kebutuhan atas mineral kritis meningkat.
“Saat ini kita menghadapi lingkungan eksternal ketika perdagangan dan multilateralisme terancam, serta akses terhadap sumber daya dan rantai pasok terganggu," ujar Sitharaman, dilansir Indian Express.


















