Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahlil Blak-blakan soal Wacana Ekspor Listrik ke Singapura Belum Jalan
ilustrasi Singapura (unsplash.com/Jisun Han)
  • Rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura yang dijadwalkan sejak 2025 belum berjalan karena kedua negara masih bernegosiasi soal harga yang dianggap adil.
  • Bahlil menegaskan perlunya kajian mendalam agar kesepakatan ekspor listrik bersifat win-win, mencontoh kerja sama impor listrik Indonesia-Malaysia yang dinilai saling menguntungkan.
  • Pemerintah Indonesia dan Singapura telah menandatangani tiga MoU pada Juni 2025, termasuk rencana ekspor listrik EBT dari wilayah Riau menuju Singapura.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rencana ekspor listrik ke Singapura yang telah dituangkan dalam komitmen antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Singapura sejak 2025 belum terwujud. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini kedua negara tengah bernegosiasi soal kesepakatan harga.

“Untuk Singapura, kita juga akan ekspor, tapi harganya juga harus cengli,” kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

1. Masih lakukan kajian mendalam

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Bahlil mengatakan, perlu kajian lebih dalam untuk menemukan kesepakatan atas rencana tersebut.

“Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam,” ujar Bahlil.

2. Bahlil singgung kesepakatan impor listrik dari Malaysia

ilustrasi Malaysia (unsplash.com/Esmonde Yong)

Dia pun menyontohkan kesepakatan antara Indonesia dengan Malaysia, di mana Indonesia mengimpor listrik dari Negeri Jiran tersebut. Menurutnya, hal itu dilakukan karena telah ditemukan harga yang menguntungkan kedua pihak.

"Seperti kita melakukan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia, itu kan kita juga impor listrik dari Malaysia, PLTA kita lewat Kalimantan. Itu bagus, harganya cengli," ucap Bahlil.

3. RI teken komitmen ekspor listrik dengan Singapura pada Juni 2025

ilustrasi listrik (freepik.com/pvproductions)

Pada 13 Juni 2025 lalu, Bahlil menandatangani tiga memorandum of understanding (MoU) dengan Menteri Energi, Sains & Teknologi Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng, yang salah satunya terkait wacana ekspor listrik ke Singapura.

Listrik yang mau diekspor berasal dari pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di perbatasan antara Indonesia dengan Singapura, yakni di Riau.

Editorial Team