Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, tertahannya dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) di Selat Hormuz bukan masalah krusial bagi ketahanan energi nasional.
Bahlil mengklaim, pemerintah telah mengamankan sumber minyak mentah (crude) alternatif dari negara lain untuk menggantikan pasokan yang terhambat tersebut.
"Andaikan pun itu tidak dikeluarkan, kita sudah cari alternatif untuk mencari sumber crude dari yang lain. Dan sudah dapat. Kita sudah dapat. Jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang, itu problem tapi bukan sesuatu itu masalah yang sangat penting," katanya dalam keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
