Konflik AS-Iran, Pertamina Evakuasi 2 Kapal dari Kawasan Teluk

- Pertamina International Shipping meningkatkan pengawasan armada di Timur Tengah akibat eskalasi konflik AS-Iran, dengan empat kapal terdeteksi di wilayah strategis dari Irak hingga Oman.
- Dua kapal, Pertamina Pride dan Gamsunoro, sedang diupayakan keluar dari area Teluk demi keamanan kru, melalui koordinasi intensif dengan pengelola kapal dan otoritas maritim setempat.
- PIS memastikan 30 pekerja di Dubai serta 329 WNI di Iran dalam kondisi aman, dengan komunikasi aktif bersama KBRI dan KJRI untuk pemantauan situasi terkini.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina International Shipping (PIS) meningkatkan pengawasan terhadap operasional armada dan keselamatan pekerjanya di Timur Tengah menyusul eskalasi konflik di wilayah tersebut. Saat ini terdapat empat kapal milik PIS yang terdeteksi berada di zona strategis, mulai dari perairan Irak hingga Oman.
Perusahaan terus memantau posisi kapal Gamsunoro di Irak, Pertamina Pride di Arab Saudi, PIS Rinjani di Uni Emirat Arab (UEA), serta PIS Paragon yang berada di Oman. Guna mengantisipasi risiko keamanan, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu menjalin koordinasi bersama pihak pengelola kapal (ship management) dan otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh jalur operasional
"PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai," kata perusahaan dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/3/2026).
1. Dua kapal upayakan keluar dari area teluk

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan fokus utama saat ini tertuju pada dua kapal yang masih berada di dalam area teluk, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Vega menyebutkan perusahaan sedang mengupayakan agar kedua kapal tersebut bisa segera keluar dari zona tersebut demi menghindari risiko keamanan.
"Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal," ujar Vega.
2. Puluhan pekerja di Dubai dipastikan aman

PIS juga memantau kondisi 30 pekerja beserta keluarganya yang berada di kantor cabang PIS Middle East (PIS ME), Dubai. Seluruh personel dipastikan aman dan tetap mengikuti arahan resmi dari KBRI maupun KJRI.
"Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai," tutur Vega.
Perusahaan mewajibkan para pekerja di Dubai untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan lapor diri, dan tetap terhubung dengan hotline diplomatik Indonesia jika terjadi situasi darurat.
3. KBRI catat 329 WNI dalam kondisi aman

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran memastikan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul serangan yang dilakukan sejumlah negara terhadap wilayah tersebut.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Sumirat, mengatakan, fokus utama KBRI saat ini adalah menjaga komunikasi intensif dengan seluruh WNI yang berada di berbagai kota di Iran.
“Konsentrasi KBRI Teheran adalah melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh WNI di Iran," kata dia dalam keterangannya, Jumat (28/2/2026).

















