Comscore Tracker

Bantuan Subsidi Bunga KUR BRI Ringankan Beban Pedagang Asal Cililitan 

BRI terus mendorong UMKM yang terdampak pandemik

Jakarta, IDN Times – Bantuan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kini mulai dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemik Covid-19.

Hal tersebut diakui oleh Trisnowati (54), nasabah KUR BRI yang mendapatkan restrukturisasi pembiayaan dan saat ini menerima bantuan subsidi bunga. Trisnowati merupakan pelaku usaha yang berdagang peralatan masak di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu memberikan bantuan subsidi bunga KUR melalui Bank BRI, sehingga saya bisa melanjutkan usaha saya untuk kelanjutan hidup keluarga,” ujar Trisnowati ketika dihubungi Senin (6/7).

1. Usaha Trisnowati semakin sepi seiring diberlakukannya PSBB

Bantuan Subsidi Bunga KUR BRI Ringankan Beban Pedagang Asal Cililitan freepik.com

Menurut Trisnowati, usaha dagangannya cukup anjlok secara signifikan, yakni sekitar 80- 90 persen. Seiring pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan menjadi sepi dan ia terpaksa menutup sementara toko dagangan di Cililitan. 

Padahal bila kondisi normal, ia mampu mencatat penjualan sekitar 10 hingga 15 buah setiap hari. Karena corona, permintaan dari pelanggan terus menyusut bahkan penjualan menjadi sepi. Hanya sekitar satu sampai dua barang dagangan saja yang terjual dalam sepekan sudah membuat Trisnowati bersyukur.

2. Trisnowati mendapatkan fasilitas KUR dari BRI untuk modal pengembangan usaha

Bantuan Subsidi Bunga KUR BRI Ringankan Beban Pedagang Asal Cililitan Pixabay

Trisnowati tidak tinggal diam, ia mengajukan permohonan keringanan pembayaran pinjaman ke Bank BRI. Pasalnya, ia memiliki kewajiban untuk membayar cicilan KUR setiap bulannya ke bank. Pada 28 Maret 2018, Trisnowati mendapatkan fasilitas KUR dari BRI Cabang Kemayoran, yang digunakannya untuk modal pengembangan usaha.

“Saya kesulitan untuk membayar pinjaman. Sebelumnya pembayaran saya lancar, ketika datang wabah usaha menurun karena tidak ada penjualan. Lalu saya mengajukan ke Bank BRI untuk mendapat penundaan pembayaran angsuran,” papar Trisnowati yang telah berdagang alat-alat masak sejak tahun 2008 lalu.

3. Berkat subsidi bunga KUR, Trisnowati mendapat keringanan untuk menyetor uang ke bank

Bantuan Subsidi Bunga KUR BRI Ringankan Beban Pedagang Asal Cililitan Shutterstock/Andi Suroso

Pengajuan restrukturisasi yang diajukan Trisnowati pun disetujui Bank BRI dengan skema penundaan pembayaran angsuran pokok selama 6 bulan. 

“Sekarang saya mendapat tambahan bantuan subsidi bunga dari pemerintah. Tambahan subsidi bunga yang saya peroleh sebesar Rp1.456.000 selama 3 bulan pertama, untuk 3 bulan selanjutnya disesuaikan. Alhamdulillah, ini sangat meringankan,” papar Trisnowati.

Subsidi bunga KUR tersebut otomatis masuk ke rekening pinjamannya dan dicadangkan untuk pembayaran kewajiban bulan berikutnya. Dengan mendapat subsidi bunga KUR, uang yang harus disetorkannya ke bank menjadi ringan dan ia memiliki kelonggaran finansial untuk diputar kembali sebagai modal usaha.

“Alhamdulillah, yang seharusnya saya bayar banyak untuk angsuran, sekarang menjadi ringan dan uang kelebihannya saya putar kembali. Saya seperti ada ‘nafas’, jadi bersemangat lagi menjalankan usaha,” jelas Trisnowati.

4. Trisnowati mulai ‘jemput bola’ dengan mengembangkan pemasaran via online

Bantuan Subsidi Bunga KUR BRI Ringankan Beban Pedagang Asal Cililitan Unsplash/Priscilla Du Preez

Di era new normal saat ini, Trisnowati berupaya kembali membangkitkan usahanya dengan menjual dagangan secara online. Meski dalam tahap sederhana, Trisnowati mulai ‘jemput bola’ dengan mengembangkan pemasaran via Facebook, grup Whatsapp dengan mengirim video atau foto-foto produk yang dijualnya. Tidak hanya memasarkan produk impor, ia juga menjual produk lokal seperti oven, blender, alat pembuat cookies, dan lainnya. 

Bila ada pemesanan dari pelanggan, ia pun mengirimkannya menggunakan jasa transportasi daring. Upaya ini, cukup membantu sehingga usahanya terus berjalan.

Topic:

  • Ester Ajeng

Berita Terkini Lainnya