ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi memperpanjang penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di Bank Himbara selama enam bulan ke depan atau hingga September 2026. Sebelumnya, tenor penempatan dana negara tersebut akan jatuh tempo pada 13 Maret 2026.
“Penempatan Rp200 triliun yang jatuh tempo pada 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan. Jadi, bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar,” ujarnya.
Berdasarkan catatanya, sejak diterapkan pada September 2025 hingga Februari 2026, kebijakan penempatan dana Rp200 triliun yang dikoordinasikan dengan strategi moneter Bank Indonesia (BI) secara konsisten mendukung likuiditas. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang primer (M0) yang pada pekan pertama Februari 2026 masih tumbuh 11,7 persen (year-on-year).
Selain itu, kredit perbankan tumbuh 10 persen pada Januari 2026 dengan suku bunga yang dinilai kompetitif bagi masyarakat.
“Pertumbuhan M0 akan dijaga tetap dua digit dan BI berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah ini,” terang Purbaya
Dengan perpanjangan ini, ia berharap perbankan lebih aktif mencari debitur, namun tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Dengan kepastian likuiditas tersebut, bank didorong meningkatkan pembiayaan ke sektor riil guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Purbaya juga menegaskan perbankan tidak perlu mencemaskan potensi penarikan dana secara tiba-tiba.
“Dengan pernyataan ini saya tegaskan hal itu tidak akan terjadi. Kami akan evaluasi kembali pada September nanti, enam bulan setelah diperpanjang. Harapannya ekonomi semakin bergerak lebih tinggi dan berbagai program prioritas mulai terlihat hasilnya,” tegasnya
Ia menambahkan, pekan lalu Kemenkeu dan Bank Indonesia telah menggelar pertemuan untuk melakukan konsolidasi kebijakan, dengan hasil kesepakatan bahwa penempatan dana tersebut diperpanjang hingga September 2026.
“Kami akan evaluasi kembali September nanti. Harapannya ekonomi sudah bergerak lebih tinggi, berbagai program prioritas pemerintah semakin terlihat hasilnya, Danantara semakin berperan, dan dana nonresiden semakin banyak masuk ke Indonesia seiring membaiknya kinerja ekonomi serta meningkatnya kepercayaan terhadap Indonesia,” ujar Purbaya.