Pesawat Garuda Indonesia. (dok. Garuda Indonesia)
Garuda Indonesia memastikan penurunan peringkat itu tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun aktivitas bisnis perusahaan.
“Pemeringkatan tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan,” tulis manajemen.
Untuk meningkatkan kualitas layanan demi meraih kembali peringkat bintang 5, Garuda Indonesia melakukan optimalisasi berbagai inisiatif pembenahan secara berkelanjutan.
“Langkah tersebut antara lain mencakup peningkatan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan, penyegaran layanan ground service di bandara, lounge revamp, pengembangan layanan digital dan inflight service, hingga penyempurnaan berbagai elemen layanan lainnya,” tulis manajemen.
Perusahaan tidak membeberkan informasi terkait waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan peringkat bintang 5.
Namun, manajemen memastikan tahun ini perusahaan fokus mempercepat transformasi fundamental lini layanan maskapai, seiring dengan langkah konsolidasi berkelanjutan yang dijalankan untuk memperkuat kinerja operasional sekaligus dalam upaya meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan bagi penumpang.
“Transformasi layanan tersebut dilaksanakan secara bertahap dan terukur, dengan penguatan landasan tata kelola layanan sebagai salah satu fokus utama dalam agenda transformasi kinerja perseroan di tahun 2026 ini,” tulis manajemen.