Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Transformasi Kinerja, 2026 Jadi Periode Pemulihan Garuda Indonesia

Transformasi Kinerja, 2026 Jadi Periode Pemulihan Garuda Indonesia
Potret Garuda Indonesia, di bandara, (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
Intinya Sih
  • Garuda Indonesia menargetkan 2026 sebagai tahun percepatan pemulihan kinerja, didorong penguatan modal Rp23,67 triliun dari Danantara yang mengubah ekuitas menjadi positif dan meningkatkan kepercayaan investor.
  • Tahun 2025 difokuskan pada konsolidasi dan penguatan fundamental operasional, termasuk reaktivasi armada serta peningkatan kesiapan teknis untuk memastikan fondasi pertumbuhan berkelanjutan sebelum fase ekspansi dimulai.
  • Pada 2026, Garuda memasuki fase optimalisasi kapasitas dan efisiensi melalui integrasi dengan Citilink dan Pelita Air di bawah Danantara, menargetkan profitabilitas sehat serta posisi kompetitif jangka panjang.
    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
    Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Analis menyebut Garuda Indonesia (GIAA) akan menatap 2026 sebagai tahun akselerasi pemulihan kinerja, didorong penguatan struktur permodalan, konsolidasi operasional, dan disiplin transformasi yang dikawal Danantara Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas.

Analis UOB Kay Hian, Benyamin Mikael, menilai suntikan modal Rp23,67 triliun dari Danantara menjadi katalis utama yang memperbaiki fundamental perseroan sekaligus mempercepat pemulihan. Capital injection yang disetujui RUPSLB November 2025 mendorong ekuitas Garuda berbalik dari negatif menjadi positif.

"Perbaikan struktur neraca ini membuka peluang Garuda keluar dari mekanisme Full Call Auction (FCA) Bursa Efek Indonesia pada Maret 2026," ujar Benyamin dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

1. Sentimen positif juga pada pergerakan saham Garuda

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)
Ilustrasi pasar saham (freepik.com)

Dia menjelaskan sentimen positif juga tercermin pada pergerakan saham. Pada awal Januari 2026, saham GIAA menguat 9,76 persen ke level Rp90 per lembar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap keberlanjutan transformasi dan dukungan kuat pemegang saham.

Benyamin menekankan, kehadiran Danantara sebagai pengelola aset negara tidak hanya memberi dukungan finansial, tapi juga menciptakan stabilitas struktural dan kredibilitas jangka panjang.

2. Periode 2026 jadi momen penguatan fundamental dan stabilisasi operasional

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan 2025 diposisikan sebagai periode penguatan fundamental dan stabilisasi operasional.

"Tahun 2025 adalah periode konsolidasi dan penguatan fondasi. Fokus utama memastikan kesiapan operasional dan struktur keuangan sehat sebagai prasyarat pertumbuhan berkelanjutan," kata Rohan.

Sepanjang 2025, Garuda Group fokus meningkatkan kesiapan teknis armada. Program perawatan dan reaktivasi dijalankan bertahap sesuai perencanaan operasional, menunjukkan perbaikan kesiapan armada yang konsisten dan terukur. Fase ini menekankan kualitas layanan dan keandalan operasional, bukan ekspansi agresif dalam jangka pendek.

3. Garuda akan masuk fase optimalisasi kapasitas dan peningkatan kinerja

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Dengan fondasi lebih stabil, Rohan menyebut 2026 diarahkan sebagai fase optimalisasi kapasitas dan peningkatan kinerja secara terukur.

"Fokusnya bukan sekadar pertumbuhan volume, tetapi pertumbuhan yang sehat, profitable, dan berkelanjutan," ujar Rohan.

Danantara menegaskan komitmen memastikan transformasi Garuda dijalankan disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi industri penerbangan nasional dan perekonomian Indonesia. Dari sisi operasional, reaktivasi armada menunjukkan kemajuan signifikan.

"Sepanjang 2025, 15 pesawat berhasil diaktifkan kembali, dengan target tambahan 13 pesawat beroperasi pada 2026. Armada aktif meningkat menjadi 90 pesawat pada akhir 2025, dibandingkan 68 pesawat pada 2022. Kinerja kuartal III 2025 juga menunjukkan perbaikan pendapatan penumpang, charter, dan kargo, disertai pengendalian biaya lebih disiplin," ujar Rohan.

Manajemen mempertimbangkan penambahan enam pesawat lagi untuk mengoptimalkan struktur utang dan memperbaiki profil leverage. Analis menilai integrasi Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air di bawah koordinasi Danantara berpotensi memberikan sinergi tambahan. Integrasi ini, yang ditargetkan selesai Kuartal I 2026, akan menggunakan model multi-brand untuk optimalisasi rute, diferensiasi layanan, dan efisiensi jaringan.

4. Dukungan Danantara dorong Garuda menuju kinerja sehat dan efisien

ilustrasi Garuda Indonesia (pexels.com/riko fandika)
ilustrasi Garuda Indonesia (pexels.com/riko fandika)

Menurut Rohan, kombinasi penguatan permodalan, konsolidasi operasional 2025, optimalisasi kapasitas 2026, dan disiplin transformasi membuat 2026 diproyeksikan menjadi momentum percepatan pemulihan. Alhasil, laba bersih diproyeksikan dapat tercapai pada akhir 2027.

"Narasi pasar pun bergeser: dari fase survival menuju structured recovery. Dengan pengawasan ketat Danantara dan eksekusi transformasi konsisten, Garuda Indonesia diharapkan kembali mengukuhkan posisinya sebagai national flag carrier yang lebih sehat, efisien, dan berdaya saing jangka panjang," kata Rohan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More