Jakarta, IDN Times - Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan penangkapan atas Presiden Nicolás Maduro masih mencengangkan dunia. Presiden AS, Donald Trump menyatakan alasan utama melancarkan serangan ke Venezuela adalah terorisme dan narkoba.
Namun, Trump juga menyatakan bisnis minyak di Venezuela telah gagal total. Dia mengatakan, perusahaan-perusahaan besar AS akan masuk ke negara itu untuk memperbaiki infrastruktur.
“Kita mulai menghasilkan uang bagi negara tersebut,” ujarnya dalam pidato di resornya, Sabtu (3/1/2026).
Benarkah sumber minyak di Venezuela penting bagi AS? Bagaimana faktanya?
